Sabtu, 29 Oktober 2011

10 Tips Bekerja Sebagai Karyawan

Kamu adalah garam dunia, Kamu adalah terang dunia. Matius 5 : 13-14
Prinsip diatas adalah prinsip kerja yang sifatnya WAJIB ! yaitu sebagai TELADAN ! Entah kalian bekerja sebagai karyawan, buruh, atau apapun juga, simaklah beberapa tips dalam bekerja yang diajarkan konsultan & penasehat pribadi saya, Roh Kudus;
1. Cintai Tuhanmu jika ingin berhasil! 
jangan uang / penghasilan yang kau cintai !
Siapa mencintai uang tidak akan puas dengan uang, dan siapa mencintai kekayaan tidak akan puas dengan penghasilannya. Pengkotbah 5:10

2. Taat kepada pimpinan kita
Hai hamba-hamba, taatilah tuanmu yang di dunia dengan takut dan gentar, dan dengan tulus hati, sama seperti kamu taat kepada Kristus. Efesus 6:5

3. Jangan munafik dan jangan jadi penjilat
Jangan hanya di hadapan mereka saja untuk menyenangkan hati orang, tetapi sebagai hamba-hamba Kristus yang dengan segenap hati melakukan kehendak Allah. Efesus 6:6

4. Setia pada perkara kecil ( ingat, promosi itu datangnya dari Tuhan ) jika ingin naik pangkat !
engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar.. Matius 25;21

5. Jangan punya mental tukang kas bon yang suka berhutang!, ubah prinsip keuanganmu. Ingat satu hal, tidak ada bos yang suka terhadap karyawan yang selalu kas bon !
"Jangan merampas dan jangan memeras dan cukupkanlah dirimu dengan gajimu." Lukas 3:14
Janganlah kamu berhutang apa-apa kepada siapapun juga. Roma 13:8

6. Bayarlah pajakmu! entah itu pajak penghasilan, pajak bumi bangunan dll ( asal jangan memanipulasi pajak, supaya berkatmu tidak terhalang )
"Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah." Matius 22;21

7. Gunakan fasilitas kantor sebaik mungkin dengan penuh tanggung jawab ( contoh : menggunakan telepon tidak berlebihan )
Dan jikalau kamu tidak setia dalam harta orang lain, siapakah yang akan menyerahkan hartamu sendiri kepadamu?. Lukas 16:12

8. Sukacita! buat apa kalau uang banyak, posisi tinggi tapi tidak bisa menikmati hidup dengan sukacita? Ingatlah  hanya orang mati yang tidak bisa tersenyum !
Hati yang gembira adalah obat yang manjur. Amsal 17:22

9. Bersyukur, apapun yang terjadi! baik itu dipecat, difitnah atau hal yang tidak enak, sekalipun menimpa kita! Dan bersyukurlah.. Kolose 3:15
Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan... Roma 8:28

10. Setia pada perusahaan! Jangan lakukan bisnis in bisnis yang merugikan perusahaan / melakukan pekerjaan yang membuat hatimu bercabang !
Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain.. Matius 6:24

Aktifitas kerjamu, mulailah dengan doa. Kuasa Roh Kudus akan memampukan engkau melakukannya, sehingga nama Tuhan akan ditinggikan!

10 Cara Menjadi Ayah yang Hebat

1.      HORMATILAH IBU ANAK-ANAK ANDA.
      Salah satu hal terbaik yang dapat dilakukan Ayah bagi anak-anaknya adalah menghormati Ibu mereka. Kalau Anda menikah, jagalah pernikahan Anda agar tetap kuat dan penuh vitalitas.
2.      LEWATKANLAH WAKTU BERSAMA ANAK-ANAK ANDA.
Bagaimana seorang Ayah melewatkan waktunya mengatakan apa yang penting baginya. Kalau Anda tampaknya selalu terlalu sibuk untuk anak-anak Anda, mereka akan merasa ditelantarkan, apapun yang Anda katakan.
3.      UPAYAKANLAH HAK UNTUK DIDENGARKAN.
Terlalu sering satu-satunya saat sang Ayah bicara kepada anak-anaknya adalah ketika mereka melakukan suatu kesalahan. Mulailah bicara kepada anak-anak ketika mereka masih kecil, sehingga topik-topik sulit akan lebih mudah ditangani ketika mereka semakin besar. Luangkanlah waktu dan dengarkanlah ide-ide serta persoalan-persoalan mereka.
4.      DISIPLINKANLAH DENGAN KASIH.
Semua anak butuh bimbingan dan pendisiplinan, bukan sebagai hukuman, melainkan untuk menetapkan batasan-batasan yang masuk akal. Ingatkanlah anak-anak Anda akan ganjaran perbuatan mereka dan berikanlah imbalan yang berarti atas perilaku yang diinginkan.
5.      MODEL PERAN.
Para Ayah adalah model peran bagi anak-anaknya, entah mereka menyadarinya atau tidak. Seorang anak perempuan yang melewatkan waktu dengan Ayahnya yang penuh kasih tumbuh dengan pengetahuan bahwa ia pantas diperlakukan dengan hormat oleh anak-anak lelaki, dan apa yang harus dicarinya dalam diri seorang suami. Para Ayah dapat mengajari putera-puteranya apa yang penting dalam kehidupan ini dengan mendemonstrasikan kejujuran, kerendahan hati, dan tanggung jawab.
6.      JADILAH GURU.
Terlalu banyak Ayah yang menganggap bahwa mengajar adalah urusan orang lain. Namun seorang Ayah yang mengajari anak-anaknya tentang yang benar dan yang salah serta mendorong mereka untuk melakukan yang terbaik akan melihat anak-anaknya mengambil pilihan yang baik.
7.      MAKANLAH BERSAMA-SAMA KELUARGA.
Makan bersama-sama (sarapan, makan siang, atau makan malam) bisa menjadi bagian penting dari kehidupan keluarga yang sehat. Selain memberikan struktur pada hari yang sibuk, ini juga memberi anak-anak peluang untuk membicarakan apa yang sedang mereka kerjakan dan apa yang ingin mereka kerjakan.
8.      BACAKANLAH CERITA BAGI ANAK-ANAK ANDA.
Mulailah membacakan cerita bagi anak-anak semenjak mereka masih kecil. Setelah mereka lebih besar, doronglah mereka untuk membaca sendiri. Menanamkan kecintaan untuk membaca adalah salah satu cara terbaik untuk memastikan anak-anak Anda mengalami pertumbuhan pribadi maupun karir seumur hidup.
9.      PERLIHATKANLAH KASIH SAYANG ANDA.
Anak-anak butuh ketenteraman yang berasal dari mengetahui bahwa mereka diinginkan, mereka diterima, dan dikasihi oleh keluarga. Orangtua, terutama para Ayah, perlu membiasakan diri merangkul anak-anaknya. Memperlihatkan kasih sayang setiap harinya adalah cara terbaik untuk memberitahu mereka bahwa Anda sayang kepada mereka.
10.   SADARLAH BAHWA TUGAS SEBAGAI AYAH TIDAK PERNAH SELESAI.
Bahkan setelah anak-anak besar dan siap meninggalkan rumahpun, mereka akan tetap mencari hikmat serta nasihat dari Ayahnya. Entah soal meneruskan pendidikan, pekerjaan baru, atau pernikahan, para Ayah terus memainkan peran penting dalam kehidupan anak-anak mereka sementara mereka bertumbuh dan, mungkin, menikah dan membangun keluarga sendiri.

Sumber: Wiempy

Rabu, 26 Oktober 2011

Saat dalam masalah


“Tuhan akan berperang untuk kamu, dan kamu akan diam saja.” Keluaran 14:14

Bangsa Israel adalah umat pilihan Allah dan mereka ada di dalam rancanganNya. Meskipun demikian bukan berarti perjalanan hidup mereka tanpa masalah atau rintangan seperti jalan tol. Adakalanya Tuhan ijinkan situasi-situasi sulit atau permasalahan terjadi untuk melatih otot-otot iman dan mengajar mereka untuk bergantung kepada Dia sepenuhnya. Apa yang dialami oleh bangsa Israel ini menjadi suatu pelajaran berharga bagi kita. Kepada jemaat di Korintus, Paulus pun mengatakan bahwa perjalanan hidup bangsa Israel itu sebagai suatu peringatan bagi kita (baca 1 Korintus 10).

Ada beberapa hal yang dapat kita pelajari dari sikap atau reaksi bangsa Israel saat berada dalam pergumulan dan masalah:

1. Mereka takut. Saat orang-orang Mesir yaitu Firaun dan pasukan berkudanya mengejar mereka, “…sangat ketakutanlah orang Israel dan mereka berseru-seru kepada Tuhan,” (Keluaran 14:10b). Itu adalah hal yang manusiawi, tetapi bila rasa takut itu terus dipelihara akan berdampak buruk pada diri kita sendiri. Kita akan semakin terpuruk, seperti yang dikatakan oleh Ayub bahwa apa yang kita takutkan itulah justru yang akan menimpa kita (baca Ayub 3:25). Yang harus kita lakukan adalah segera datang kepada Tuhan, percayalah bahwa Dia selalu memberi jalan keluar untuk setiap permasalahan. Bukankah firmanNya menyatakan bahwa “…Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.” (2 Timotius 1:7)?

2. Mereka saling menyalahkan. Orang yang selalu mengkambinghitamkan /menyalahkan orang lain bisa disebut sebagai pengecut. Bukankah hal ini seringkali kita lakukan? Bila ada masalah, kita selalu berpikir bahwa hal ini terjadi oleh karena kesalahan orang lain, bahkan sering kita menyalahkan Tuhan. Bangsa Israel beranggapan bahwa yang menjadi penyebab penderitaan atau masalah itu adalah Musa, sehingga mereka selalu mengungkit-ungkit dan membandingkan masa lalunya saat masih berada di Mesir: “Sebab lebih baik bagi kami untuk bekerja pada orang Mesir dari pada mati di padang gurun ini.” (Keluaran 14:12b). Berhentilah untuk selalu menyalahkan orang lain! Dan jangan sampai kesalahan bangsa Israel ini terulang dalam perjalanan hidup kita sebagai orang percaya.

Ayo kita miliki iman dan penyerahan diri total kepada Tuhan, pasti Dia bertindak! Semangaattt !!

Selasa, 25 Oktober 2011

Kita adalah RAJA.

Kita adalah RAJA dari pikiran
kita sendiri.

Oleh sebab itu usahakanlah selalu
berprasangka positif, dan hindari
pikiran negatif.

Sebagai 'raja' yang baik, kita
harus mampu untuk slalu memilih
respon positif, meski di tengah
lingkungan paling buruk sekalipun!

Jangan pernah berkata atau merasa
'aku gak layak..'  Bercita-citalah
yang besar... berpikirlah maju!

Kita tidak diciptakan untuk menjadi
kalah, tapi diciptakan untuk
memberikan kemenangan! :-)

Salam Luar Biasa dari sahabatmu,

Ahira
Asian Brain, CEO

Sabtu, 22 Oktober 2011

Semangkuk Nasi Putih

Kemurahan Selalu Mendatangkan Kebaikan

Cerita ini berdasarkan kisah nyata yang terjadi di negri Tiongkok. Pada sebuah senja dua puluh tahun yang lalu, terdapat seorang pemuda yang kelihatannya seperti seorang mahasiswa berjalan mondar mandir didepan sebuah rumah makan  cepat saji di kota metropolitan, menunggu sampai tamu direstoran sudah agak sepi, dengan sifat yang segan dan malu-malu dia masuk kedalam restoran tersebut.

Kemudian pemuda itu berkata: “Tolong sajikan saya semangkuk nasi putih.”
dengan kepala menunduk pemuda ini berkata kepada pemilik rumah makan.

Sepasang suami istri muda pemilik rumah makan, memperhatikan pemuda ini hanya meminta semangkuk nasi putih dan tidak memesan lauk apapun, lalu menghidangkan semangkuk penuh nasi putih untuknya.

Ketika pemuda ini menerima nasi putih dan sedang membayar lalu berkata dengan pelan: “dapatkah menyiram sedikit kuah sayur diatas nasi saya.”
Istri pemilik rumah berkata sambil tersenyum:”Ambil saja apa yang engkau suka, tidak perlu bayar !”

Sebelum habis makan, pemuda ini berpikir:” kuah sayur gratis.”
Lalu memesan semangkuk lagi nasi putih.
” Semangkuk tidak cukup anak muda, kali ini saya akan berikan lebih banyak lagi nasinya.”

Dengan tersenyum ramah pemilik rumah makan berkata kepada pemuda ini.
“Bukan, saya akan membawa pulang, besok akan membawa kesekolah sebagai makan siang saya !”

Mendengar perkataan pemuda ini, pemilik rumah makan berpikir pemuda ini tentu dari keluarga miskin diluar kota, demi menuntut ilmu datang kekota, mencari uang sendiri untuk sekolah, kesulitan dalam keuangan itu sudah pasti.

Berpikir sampai disitu pemilik rumah makan lalu menaruh sepotong daging dan sebutir telur disembunyikan dibawah nasi, kemudian membungkus nasi tersebut sepintas terlihat hanya sebungkus nasi putih saja dan memberikan kepada pemuda ini.

Melihat perbuatannya, istrinya mengetahui suaminya sedang membantu pemuda ini, hanya dia tidak mengerti, kenapa daging dan telur disembunyikan dibawah nasi?

Suaminya kemudian membisik kepadanya :”Jika pemuda ini melihat kita menaruh
lauk dinasinya dia tentu akan merasa bahwa kita bersedekah kepadanya, harga dirinya pasti akan tersinggung lain kali dia tidak akan datang lagi, jika dia ketempat lain hanya membeli semangkuk nasi putih, mana ada gizi untuk bersekolah.”

“Engkau sungguh baik hati, sudah menolong orang masih menjaga harga dirinya.”
“Jika saya tidak baik, apakah engkau akan menjadi istriku ?”
Sepasang suami istri muda ini merasa gembira dapat membantu orang lain.
“Terima kasih, saya sudah selesai makan.” Pemuda ini pamit kepada mereka.

Ketika dia mengambil bungkusan nasinya, dia membalikan badan melihat dengan pandangan mata berterima kasih kepada mereka. “Besok singgah lagi, engkau harus tetap bersemangat !” katanya sambil melambaikan tangan, dalam perkataannya bermaksud mengundang pemuda ini besok jangan segan-segan datang lagi.

Sepasang mata pemuda ini berkaca-kaca terharu, mulai saat itu setiap sore pemuda ini singgah kerumah makan mereka, sama seperti biasa setiap hari hanya memakan semangkuk nasi putih dan membawa pulang sebungkus untuk bekal keesokan hari.

Sudah pasti nasi yang dibawa pulang setiap hari terdapat lauk berbeda yang tersembunyi setiap hari, sampai pemuda ini tamat, selama 20 tahun pemuda ini tidak pernah muncul lagi.

Pada suatu hari, ketika suami ini sudah berumur 50 tahun lebih, pemerintah melayangkan sebuah surat bahwa rumah makan mereka harus digusur, tiba-tiba kehilangan mata pencaharian dan mengingat anak mereka yang disekolahkan diluar negeri yang perlu biaya setiap bulan membuat suami istri ini berpelukan menangis dengan panik.

Pada saat ini masuk seorang pemuda yang memakai pakaian bermerek kelihatannya seperti direktur dari kantor bonafid. “Apa kabar?, saya adalah wakil direktur dari sebuah perusahaan, saya diperintah oleh direktur kami mengundang kalian membuka kantin di perusahaan kami, perusahaan kami telah menyediakan semuanya kalian hanya perlu membawa koki dan keahlian kalian kesana, keuntungannya akan dibagi 2 dengan perusahaan.”

“Siapakah direktur diperusahaan kamu ?, mengapa begitu baik terhadap kami? saya tidak ingat mengenal seorang yang begitu mulia !” Sepasang suami istri ini berkata dengan terheran.

“Kalian adalah penolong dan kawan baik direktur kami, direktur kami paling suka makan telur dan dendeng buatan kalian, hanya itu yang saya tahu, yang lain setelah kalian bertemu dengannya dapat bertanya kepadanya.”

Akhirnya, pemuda yang hanya memakan semangkuk nasi putih ini muncul, setelah bersusah payah selama 20 tahun akhirnya pemuda ini dapat membangun kerajaaan bisnisnya dan sekarang menjadi seorang direktur yang sukses.

Dia merasa kesuksesan pada saat ini adalah berkat bantuan sepasang suami istri ini, jika mereka tidak membantunya dia tidak mungkin akan dapat menyelesaikan kuliahnya dan menjadi sesukses sekarang.

Setelah berbincang-bincang, suami istri ini pamit hendak meninggalkan kantornya. Pemuda ini berdiri dari kursi direkturnya dan dengan membungkuk dalam-dalam berkata kepada mereka:”bersemangat ya ! dikemudian hari perusahaan tergantung kepada kalian, sampai bertemu besok !”

Kebaikan hati dan balas budi selamanya dalam kehidupan manusia adalah suatu perbuatan indah dan yang paling mengharukan

Kemurahan Hati merupakan suatu hal yang selalu mendatangkan kebaikan. Karena itu jangan pernah bosan berbuat kebaikan, kemurahan, kasih karena itu akan berbuah dan membuat segala sesuatunya indah pada waktunya.

Selasa, 18 Oktober 2011

Bolak Balik Kata Untuk Kehidupan


Bingung adalah mengerti
Mengerti adalah bingung
Orang yang tidak pernah bingung tak kan pernah mengerti
Orang yang mengerti tanpa bingung, akan bingung karena mengerti dalam kesendirian...

Berilmu adalah bodoh
Bodoh adalah berilmu
Semakin banyak ilmu seseorang, maka ia akan semakin merasa bodoh
Semakin bodoh seseorang, maka ia merasa hebat bersama ilmunya

Diejek adalah dipuji
Dipuji adalah diejek
Orang yang beribadah dan sabar ketika diejek orang maka dia akan dipuji oleh Allah
Orang yang ibadah tapi mengharapkan dipuji oleh orang akan diejek oleh Allah..

Sibuk adalah santai
Santai adalah sibuk
Orang yang sibuk sejati selalu menikmati waktu santai dalam kesibukannya
Sedangkan orang yang santai selalu sibuk dengan kesantaiannya

Cinta adalah benci
Benci adalah Cinta
Semakin cinta, semakin benci
Don't be extreme
Cintailah alakadarnya dan membencilah alakadarnya

By: woro anjokrowati

Minggu, 16 Oktober 2011

Sudahkah Kita Terus Bersyukur...?

Ada seorang anak kecil kelas 4 SD yang selalu mengucap syukur dalam keadaan apapun. Ia tinggal di suatu desa Milaor, Camarines Sur,di Negara Filipina. Setiap hari untuk sampai ke sekolahnya ia harus berjalan kaki melintasi daerah yang tanahnya berbatu dan menyeberangi jalan raya yang berbahaya dimana banyak kendaraan yang melaju kencang. Setiap kali berhasil menyeberangi jalan raya tersebut, Andoy selalu mampir sebentar ke Gereja untuk berdoa. Tindakannya ini diamati oleh Pdt. Agaton. Karena merasa terharu dengan sikap Andoy yang lugu dan beriman tersebut. Suatu hari ketika Andoy hendak masuk ke Gereja Pdt. Agaton menyapanya.

Bpk. Pdt : "Selamat pagi Andoy, apa kabarmu? Apakah kamu akan ke sekolah?"
Andoy : "Ya, Bapa Pendeta!" balas Andoy sambil tersenyum.
Bpk.Pdt : "Mulai sekarang saya akan membantu dan menemani kamu menyeberangi jalan raya tersebut setiap kali kamu akan menyeberang.
Andoy : Terima kasih, Bapa Pendeta."
Bpk. Pdt : "sekarang apa yang akan kamu lakukan?"
Andoy : "Aku hanya ingin menyapa Tuhan Yesus... sahabatku."

Lalu Pendeta itu segera meninggalkan Andoy untuk melewatkan waktunya bersama Tuhan, tapi kemudian Pdt. Agaton bersembunyi dibalik altar untuk mendengarkan apa yang dibicarakan Andoy.
Andoy mulai berbicara kepada Sahabatnya

Andoy : "Engkau tahu Tuhan, ujian matematikaku hari ini sangat buruk, tetapi aku tidak mencontek walaupun teman2ku yang lain melakukannya. Ayahku mengalami musim paceklik dan yang bisa kumakan hanyalah kue ini.Terima kasih buat kue ini Tuhan!. aku tadi melihat anak kucing malang yang kelaparan dan aku memberikan kueku yang terakhir buatnya.. lucunya, aku nggak begitu lapar. Lihat, ini sepatuku yang terakhir..mungkin minggu depan aku harus berjalan tanpa sepatu. Engkau tahu Tuhan sepatu ini akan rusak, tapi tak mengapa..yang terpenting aku tetap dapat pergi ke sekolah.

TuhanKu kata orang-orang kami akan mengalami musim panen yang susah bulan ini, karena itu beberapa temanku sudah berhenti sekolah. tolong bantu mereka supaya bisa sekolah lagi.

Oh ya, Engkau tahu Ibu memukulku lagi. Sakit sekali, tetapi aku bersyukur karena masih memiliki seorang ibu. Dan rasa sakit ini pasti akan hilang. Lihatlah lukaku ini Tuhan ??? Aku tahu Engkau mampu menyembuhkannya, disini bekas lukanya (Andoy memegang bekas lukanya) Tolong jangan marahi Ibuku ya..??? memang dia sedang lelah dan kuatir memikirkan kebutuhan makanan juga biaya sekolahku .. Itulah mengapa dia memukulku.

Oh ya..Tuhan. aku rasa aku sedang jatuh cinta saat ini. Ada seorang gadis yang cantik dikelasku, menurutMu apakah dia akan menyukaiku?

Ah..bagaimanapun juga aku tahu bahwa Engkau tetap menyukaiku karena aku tidak perlu menjadi siapapun untuk menyenangkan hatiMu. Engkau adalah sahabatku.

Hei.. Tuhan temanku, ulang tahunMu tinggal dua hari lagi, apakah Engkau gembira? Tunggu saja aku punya hadiah untukMu. tapi ini kejutan dan Aku harap Engkau menyukainya.Ooops aku harus pergi sekarang. Selamat siang"

Kemudian Andoy segera berlari keluar dan memanggil Pendeta Agaton.

Andoy : "Pak Pendeta..pa Pendeta..aku sudah selesai berbicara dengan Sahabatku, Tuhan Yesus, skarang anda bisa menemaniku menyeberang jalan!

Kegiatan tersebut berlangsung setiap hari, Andoy tidak pernah absen sekalipun.

Pendeta Agaton berbagi cerita ini kepada jemaat di Gerejanya setiap hari Minggu karena dia belum pernah melihat iman dan kepercayaan yang murni kepada Allah dan bersyukur saat situasi yang sulit terjadi seperti yang dimiliki Andoy.

Saat hari Natal tiba, Pendeta Agaton jatuh sakit sehingga dia tidak bisa memimpin gereja dan dirawat di rumah sakit. Pengelolaan Gereja diserahkan kepada 4 wanita tua yang tidak pernah tersenyum, mereka selalu menyalahkan segala sesuatu yang diperbuat orang lain.

Hari itu tgl. 25 Desember ketika 4 wanita tua tadi sedang berada di gereja tiba-tiba masuklah Andoy dan hendak menyapa Sahabatnya.

Andoy: "Halo Tuhan..Aku ...'
4 Wanita : "Kurang ajar kamu bocah !!! Apakah matamu tidak melihat kami sedang berdoa ??!!! Keluar.!!!"

Andoy begitu terkejut, karena tidak pernah ia diusir oleh Pdt.Agaton.

Andoy: "Dimana Bapa Pendeta? Dia seharusnya membantuku menyeberangi jalan raya.. dia selalu menyuruhku mampir lewat pintu belakang Gereja. tidak hanya itu, aku juga harus menyapa Sahabatku, hari ini adalah hari ulang tahunNya, aku punya hadiah untukNya ."

Ketika Andoy hendak mengambil hadiah tersebut dari dalam bajunya, seorang dari keempat wanita itu menarik kerah bajunya dan mendorongnya keluar. Andoy sedih, bigung dan setelah berpikir sebentar ia tidak mempunyai pilihan lain kecuali sendirian menyeberangi jalan raya tersebut.

Di situ ada sebuah tikungan yang tidak terlihat pandangan, sebuah bus melaju dengan kencang dan Andoy mulai menyeberang sambil melindungi hadiah tadi di dalam bajunya, sehingga dia tidak melihat datangnya bus tadi. Tiba-tiba brakkk ... (terdengar bunyi gaduh dan bus tadi berhenti mendadak) Apa yang terjadi? ternyata karena tidak bisa menghindari bus besar tadi Andoy tertabrak dan tewas seketika. Orang-orang disekitarnya berlarian dan mengelilingi tubuh Andoy yang sudah tak bernyawa.

Sedih...Saat itu entah darimana munculnya tiba-tiba datang seorang pria berjubah putih dengan wajah yang lembut namun penuh dengan air mata, ia memeluk tubuh Andoy dan menangis.

Orang-orangpun heran, mereka penasaran lalu bertanya;

Orang-orang : " Maaf Tuan, apakah anda keluarga bocah malang ini ? Apakah anda mengenalnya ?"

Dengan hati yang berduka ia segera berdiri dan berkata : "Anak ini namanya Andoy, Dia adalah sahabatku."

Lalu diambilnya bungkusan hadiah dari dalam baju Andoy dan menaruh didadanya. Dia lalu berdiri dan membawa pergi tubuh Andoy. Kerumunan orang tersebut semakin penasaran...

Malam itu, Pendeta Agaton menerima berita yang sungguh mengejutkan. Dia berkunjung ke rumah Andoy. Ketika Pdt. Agaton bertemu dengan orangtua Andoy ia bertanya; "Bagaimana anda mengetahui putera anda meninggal ?" Ibu Andoy menjawab sambil menghapus airmatanya: "Seorang pria berjubah putih yang membawanya kemari." Pdt. Agaton bertanya lagi: "Apa katanya ?"

"Dia tidak mengucapkan sepatah katapun. Dia sangat berduka. Kami tidak mengenalnya namun dia terlihat sedih, sepertinya Dia mengenal Andoy dengan baik. Tetapi ada suatu kedamaian yang sulit untuk dijelaskan mengenai dirinya. Dia menyerahkan anak kami dan tersenyum lembut. Dia membelai rambut Andoy dan mencium keningnya kemudian Dia membisikkan sesuatu" Jawab ayah Andoy.

Pdt. Agaton ; "Apa yang dikatakannya ?"

Ayah Andoy menjawab; " Dia berkata Terima kasih buat kadonya. Aku akan segera berjumpa denganmu.engkau akan bersamaku." Dan sang Ayah melanjutkan, "Anda tahu kemudian. semuanya itu terasa begitu indah.. aku menangis karena bahagia .. aku tidak dapat menjelaskannya, ketika Dia meninggalkan kami ada suatu kedamaian yang memenuhi hati kami, Aku tahu puteraku sudah berada di Surga sekarang. Tapi Pak Pendeta tolonglah katakan siapakah Pria ini yang selalu bicara dengan puteraku setiap hari di Gerejamu? anda pasti mengenalnya karena anda selalu berada disana setiap hari, kecuali hari ini saat puteraku meninggal¡¨

Tiba-tiba air mata Pendeta Agaton menetes dipipinya, dengan lutut gemetar Pdt. Agaton berbisik, "Dia tidak berbicara dengan siapa-siapa.. kecuali dengan Tuhan Yesus."

Tahukah anda dimana Andoy berada sekarang? Ya ia berada di sorga bersama Tuhan Yesus. Inginkah kita sekalian juga ... berada di sorga nanti ? Ya kita semua menginginkannya.

Andoy memiliki hati yang selalu bersyukur. Walaupun situasi hidup yang dialaminya sulit tetapi ia selalu bergembira karena ia tahu Tuhan Yesus sahabatnya selalu mengasihi dia. Melalui peristiwa tabrakan tadi Tuhan Yesus datang menjemputnya ke sorga.

Deklarasi 28 Oktober 2011

Dengan anugerah dan kasih sayang Tuhan, kami bangsa Indonesia percaya bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang:

1. Bertaqwa kepada Tuhan, memuji, menyembah dan mengagungkan Tuhan di atas segala tuhan. Memiliki kerinduan yang besar akan kebenaran, mengalami jamahan dan lawatan Tuhan yang dashyat.

2. Mengasihi sesamanya tanpa memandang suku, ras dan agama. Ramah dan murah hati serta berbelas kasihan sehingga terhormat di antara bangsa-bangsa lain.

3. Dengan tulus saling membantu sesama, bersatu dan sepakat membangun negeri. Memaafkan dan melupakan semua dendam, iri hati dan kepahitan yang pernah dialaminya. Perbedaan yang ada adalah sebuah karunia Tuhan, yang menjadi kekuatan dan bukan penyebab perpecahan maupun kehancuran.

4. Keluar dari hutang yang besar, kemiskinan, kebodohan, kemalasan, ketidakadilan, kutuk serta luka-luka bangsa di masa lalu baik akibat penjajahan maupun kekerasan serta kerusuhan.

5. Tidak ada lagi awan kegelapan, ikatan dengan kuasa gelap yang mencengkeram. Semuanya sudah dipatahkan, sehingga merdeka jasmani dan rohani.

6. Mampu mewariskan kekayaan dan kemakmuran kepada generasi berikutnya. Mampu mengelola dan mengembangkan semua sumber daya manusia dan alam yang begitu limpah sehingga menjadi yang terunggul di dunia.

7. Sejahtera lahir batin, menjadi manusia yang dipulihkan seutuhnya baik roh, jiwa dan tubuh. Berkarakter mulia, bekerja keras, cerdas dan berintegritas.

8. Mengalami keajaiban dan perlindungan Tuhan sehingga terluput dari semua bencana alam maupun kerusakan akibat perubahan cuaca.

9. Menggenapkan rencana dan tujuan kekal yang ditetapkan Tuhan dengan masa depan yang penuh harapan. Menjadi negara yang makmur, ternama, terpuji dan terhormat. Menjadi lumbung pangan buat dunia dan menguasai dunia. Amin!

Jumat, 14 Oktober 2011

Tuhan Pasti Sanggup - Maria Shandy Feat Mike Idol

* Mike *
Kuatkanlah hatimu
Lewati setiap persoalan
Tuhan Yesus selalu menopangmu
Jangan berhenti harap padaNya..


Reff:
Tuhan Pasti Sanggup…
TanganNya takkan terlambat ‘tuk mengangkatmu
Tuhan Masih Sanggup…
Percayalah, Dia tak tinggalkanmu…


* Maria Shandy *
Kuatkanlah hatimu
Lewati setiap persoalan
Tuhan Yesus selalu menopangmu
Jangan berhenti harap padaNya..


Reff:
Tuhan Pasti Sanggup…
TanganNya takkan terlambat ‘tuk mengangkatmu
Tuhan Masih Sanggup…
Percayalah, Dia tak tinggalkanmu…


*Mike & Maria Shandy*
Tuhan Pasti Sanggup…
TanganNya takkan terlambat tuk mengangkatmu
Tuhan Masih Sanggup…
Percayalah, Dia Masih Sanggup…
Tuhan Pasti Sanggup…
TanganNya takkan terlambat tuk menganggkatmu
Tuhan Masih Sanggup…
Percayalah, Dia tak tinggalkanmu…


Bridge :
Percayalah, (percayalahhh…)
Percayalah, ( kita harus percaya ..)
Percayalah, Dia kan mengangkatmu…

4 Steps to God

1.God Loves You!
The Bible says, "God so loved the world that He gave His one and only Son, that whoever believes in Him shall not perish, but have eternal life"
The problem is that . . .

2.All of us have done, said or thought things that are wrong. This is calledsin, and our sins have separated us from God.
The Bible says “All have sinned and fall short of the glory of God.” God is perfect and holy, and our sins separate us from God forever. The Bible says “The wages of sin is death.”
The good news is that, about 2,000 years ago,

3.God sent His only Son Jesus Christ to die for our sins.
Jesus is the Son of God. He lived a sinless life and then died on the cross to pay the penalty for our sins. “God demonstrates His own love for us in that while we were yet sinners Christ died for us.”
Jesus rose from the dead and now He lives in heaven with God His Father. He offers us the gift of eternal life -- of living forever with Him in heaven if we accept Him as our Lord and Savior. Jesus said "I am the way, the truth, and the life. No one comes to the Father except by Me."
God reaches out in love to you and wants you to be His child. "As many as received Him, to them He gave the right to become children of God, even to those who believe on His name." You can choose to ask Jesus Christ to forgive your sins and come in to your life as your Lord and Savior.

4.If you want to accept Christ as your Savior and turn from your sins, you can ask Him to be your Savior and Lord by praying a prayer like this:
"Lord Jesus, I believe you are the Son of God. Thank you for dying on the cross for my sins.  Please forgive my sins and give me the gift of eternal life.  I ask you in to my life and heart to be my Lord and Savior. I want to serve you always."

THE BEST IS YET TO COME

THE BEST IS YET TO COME
Music by GMB
Lyrics by Sidney Mohede

LIHATLAH BINTANG DI SEMESTA
BINTANG YANG BERSINAR BAGI KITA
WAKTU YANG TELAH DIBERIKAN
SANGATLAH BERHARGA JANGANLAH SIAKAN 

S'BAB KAU-LAH YANG KU DAMBA
DAN KAULAH S'GALANYA

NOW I RUN
AND SET MY EYES ON YOU
I LAY MY LIFE AT YOUR FEET
MY HEART AND MY PLANS
AND MY FUTURE'S IN YOUR HANDS

NOW MY SOUL 
RESTS LIKE THE STARS ABOVE
FOR I KNOW THAT THE BEST IS YET TO COME

Karena Ku Sayang Kamu (KKSK) - Dygta

seandainya kau ada disini denganku
mungkin 'ku tak sendiri
bayanganmu yg selalu menemaniku
hiasi malam sepiku
kuingin bersama dirimu

reff: kutak akan pernah berpaling darimu
walau kini kau jauh dariku
'kan slalu kunanti 
karena kusayang kamu

hati ini selalu memanggil namamu
dengarlah melatiku
kuberjanji hanyalah untukmu cintaku
takkan pernah ada yg lain

adakah rindu di hatimu
seperti rindu yg kurasa
sanggupkah kuterus terlena
tanpamu di sisiku
kukan selalu menantimu

HARI YANG INDAH - NETRAL

Hari yang indah langitnya biru cerah
Bersemi dan berseri si cantik pelangi pagi
Surga di hatiku menari bahagia
Senyumnya ceria terlukis disana, manisnya sukacita

Kuingin selalu disana, kita nikmati bersama
Kuingin selalu disana, semoga untuk selamanya

Andai dihatimu seperti di hariku
Canda riang gembira, penuh sukacita, hangatnya muka dunia
Kita bersaudara satu keluarga
Sama satu rasa, terikat tali cinta, dibalut kasih sayang

Kuingin selalu disana, kita nikmati bersama
Kuingin selalu disana, semoga untuk selamanya

Oh .. oh .. oh .. ooooh
Oh .. oh .. oh .. ooooh

Kuingin selalu disana, kita nikmati bersama
Kuingin selalu disana, semoga untuk selamanya

Just Be Your Self

To be who you are
is to be enough.
To share who you are
is to share enough.
To do what you love
is to do enough.

There is no race to win
and nothing to be proven,
and dreams to be nurtured,
a self to be expressed,
and love to be shared.

Never doubt your worth,
and always know,
without any doubt,
that you are trully valued.

SMILE FOR YOU

Smiling is infectious; you catch it like the flu, when someone smiled at me today, I started smiling too.
I passed around the corner and someone saw my grin, when he smiled I realized I'd passed it on to him.
I thought about that smile then I realized its worth, a single smile, just like mine could travel round the earth.
So, if you feel a smile begin, don't leave it undetected, let's start and epidemic quick, and get the world infected!

Keep the smile going by sending this on to a friend, everyone needs a smile!!!

KEKASIH YANG KUPILIH

Tuhan ini doaku, benarkah dia jadi milikku?
Aku tak mau lagi salah memilih seperti dulu

Tunjukkan jalanMu untukku melangkah
RencanaMu Tuhan yang terbaik

Yang mencintaiMu yang baik hatinya
Menerimaku apa adanya....
Taati firmanMu dan menyayangiku
Dia yang kupilih tuk menjadi...kekasihku
  
Cinta Benar Cinta 
Cinta benar cinta, jika ada hati memberi
Cinta benar cinta, jika inginkan yang terbaik
Cinta benar cinta, jika tak ingin ternodai
Cinta benar cinta, jika cinta benar cinta

Kasih Yang Sejati 
Kasih yang sejati tumbuh dari hati yang mengasihi
Tuk lebih mengampuni dan memberi
Kasih yang sejati lebih dari harta yang kumiliki
Tiada yang berarti tanpa kasih

Berdua Lebih Baik 
Tawa dan air mata lalui bersama
Berbagi beban dan pengharapan
Menjadi sahabat yang sejati
Menaruh kasih disetiap waktu

Berdua lebih baik dari sendiri, kuatkan yang lemah
Bangkitkan semangat yang patah dalam kasih Tuhan
Tak lagi hidup tuk diri sendiri berbagi kasih 
S'perti kasih yang Yesus beri, sahabat yang sejati


Seorang kekasih yang mencintai TUHAN lebih dari mencintai aku...

Telur dan Balon

I Samuel 16:7
“Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel:”Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati.”"

Telur dan balon adalah dua hal yang tidak asing dalam kehidupan manusia. Dari muda sampai tua, pria atau pun wanita pasti mengenal keduanya. Namun, siapa yang mengetahui bahwa telor dan balon bisa digunakan sebagai bahan refleksi kehidupan kita sehari-hari?

Tahukah Anda bahwa telur dan balon walaupun memiliki bentuk yang sama, tetapi ada perbedaan tajam antara keduanya? Balon kelihatannya indah dan menarik, coraknya meriah dan berwarna-warni,lincah dan riang bergerak kesana-kemari. Namun, itu hanya penampilan dari luar saja, sedangkan di dalamnya kosong. Hanya angin. Berbeda dengan telur, dari luar memang tidak semenarik dan secantik balon, tetapi di dalamnya terkandung potensi kehidupan.

Perbandingan diatas mengingatkan kita bahwa ternyata penampilan yang di dalam lebih penting daripada yang diluar. Dan kebenarannya, Tuhan memang lebih tertarik pada kualitas hati dan karakter kita, daripada memperhatikan bagi luar kita. Namun, ini bukan berarti bahwa kita tidak perlu berpenampilan menarik atau asal-asalan. Apalagi bila pekerjaan kita berhubungan dengan orang banyak. Ada banyak mata yang melihat kita. Bila kita seorang sales lalu mengenakan pakaian yang tidak disetrika, tidak harum, bisa Anda bayangkan bagaimana respon pembeli? Apakah konsumen akan respek dan tertarik untuk membeli produk atau jasa Anda? Saya rasa tidak.

Oleh karena itu, hendaklah penampilan di dalam hati kita berpadanan dengan yang di luar. Bila karakter dan sikap kita baik, bukankah akan lebih baik lagi dan sempurna, jika kita juga memiliki penampilan luar yang baik? Saya percaya apabila yang luar dan dalam sudah excellent, kita akan disukai tidak hanya oleh Allah tetapi juga manusia.

Kecantikan hati yang didukung dengan penampilan fisik yang menarik merupakan perpaduan yang sempurna dalam kehidupan Anda.

Sumber: Renungan Bulanan Profesional Desember 2009

The Purpose Driven Career

Satu kali dalam kelas sekolah sang guru menyuruh anak-anak untuk membuat bentuk apa saja sekehendak mereka dengan bahan yang diberikan. Setelah selesai, sang guru berusaha menebak bentuk apa yang mereka buat.
"Michelle, bikin tongkat ya?" tebak sang guru.
"Lho bukan, ini kan pedang!" protes sang anak.

Inilah masalahnya, hanya yang membuat tahu apa tujuan dari buatannya. Dan seperti halnya tiap-tiap bahan jadi bentuk yang berbeda-beda di tangan anak-anak, Allah telah menciptakan kita masing-masing dengan tujuan spesial dan unik. "Masing-masing kita ini ‘costum made'," kata Rick Warren.

"Engkau melihat aku sebelum aku dilahirkan dan telah menjadwalkan hari-hari hidupku sebelum aku mulai bernafas. Setiap hari-hariku sudah tercatat dalam bukuMu!" (terj. Bebas Mzm 138:16).

Dia telah menetapkan sebuah destiny untuk masing-masing kita, dan tujuan hidup kita adalah untuk memenuhi destiny tersebut. Bagaimana kita tahu destiny apa yang harus kita penuhi? Allah akan menuntun kita! Mungkin tidak selalu dalam bentuk ramalan masa depan seperti "Tahun depan kamu akan jadi manajer", atau "Kamu akan jadi insinyur". Tapi, asal kita sungguh-sungguh menyerahkan hidup kita bagi tujuan-Nya, adakan mimpi-Nya, Allah akan menuntun kita untuk memenuhi destiny-Nya.

Tuhan menenun Anda dengan satu tujuan, menjadi pribadi yang berharga, unik, dan spesial.

Selamat Beraktifitas.
Tuhan Memberkati kita dalam Limpahan kasihNya.

Kamis, 13 Oktober 2011

Menata Berkat


Amsal 16:16
“Memperoleh hikmat sungguh jauh melebihi memperoleh emas, dan mendapat pengertian jauh lebih berharga dari pada mendapat perak.”

Haiti dan Republik Dominika merupakan dua negera bertetangga di sebuah pulau tropis. Meski bersebelahan, keadaan alamnya sangatlah bertolak belakang. Di Republik Domonika, hamparan hutan hijau menjanjikan alam eksotik yang menarik banyak turis dari seluruh penjuru dunia. Pemerintah Republik Dominika pun memperoleh banyak devisa sehingga kesejahteraan rakyatnya terjamin. Namun, tidak demikian di Haiti. Maraknya penebangan hutan secara liar selama bertahun-tahun telah menggersangkan alam Haiti. Hutan-hutan gundul, bencana alam selalu terjadi, dan kemiskinan merajalela.

Tuhan memberkati kita, anak-anak-Nya, dengan berlimpah. Segala segi kehidupan kita tak luput dari curahan berkat-berkat-Nya. Dengan kata lain, Tuhan tidak menginginkan kita hidup berkekurangan. Namun kenyataannya banyak orang yang seharusnya hidup dalam limpahan berkat Tuhan ternyata masih berkesusahan. Mengapa? Karena mereka diberkati tetapi tidak tahu bagaimana harus menggunakan berkat-berkat itu dengan bijaksana.

Tuhan Yesus menggambarkan ironi ini dengan perumpamaan tentang anak yang hilang. Tokoh si anak bungsu adalah gambarang orang-orang yang tidak dapat mengelola apa yang diterimanya dengan baik. Hal ini semakin dipertegas dengan apa yang terjadi dengannya setelah meninggalkan rumah bapanya. Dengan cepat ia menjadi miskin, kelaparan, dan tak berpengharapan. Akibatnya, keadaanya sekarang tidak berbeda dengan orang yang tidak pernah mengalami hidup berkelimpahan berkat.

Jika hari ini Anda berdoa kepada Tuhan, janganlah hanya meminta berkat kepada-Nya. Mintalah juga hikmat untuk mengelola berkat-berkat tersebut. Bukan hanya keuangan, tetapi pekerjaan dan rumah tangga pun harus kita kelola dengan bijaksana.

Orang yang tahu mengelola berkat sedang menjauhkan dirinya dari jerat kesusahan.

Sumber: Renungan Siang Agustus 2009

SANGAT BERGUNA UNTUK PERTAHANKAN KOMITMEN :

·        Disaat kamu ingin melepaskan seseorang... Ingatlah pada saat kamu ingin mendapatkannya.
·        Disaat kamu mulai tidak mencintainya... Ingatlah saat pertama kamu jatuh cinta padanya.
·        Disaat kamu mulai bosan dengannya... Ingatlah selalu saat terindah bersamanya.
·        Disaat kamu ingin menduakannya... Bayangkan jika dia selalu setia.
·        Saat kamu ingin membohonginya... Ingatlah disaat dia jujur padamu.
·        Maka kamu akan merasakan arti dia untukmu, Jangan sampai disaat dia sudah tidak disisimu, kamu baru menyadari semua arti dirinya untukmu.

·        Yang indah hanya sementara.
·        Yang abadi adalah kenangan.
·        Yang ikhlas hanya dari hati.
·        Yang tulus hanya dari sanubari.
·        Tidak mudah mencari yang hilang.
·        Tidak mudah mengejar impian.
·        Namun yang lebih susah mempertahankan yang ada, karena walaupun tergenggam bisa terlepas juga.
·        Ingatlah pada pepatah, "Jika kamu tidak memiliki apa yang kamu sukai, maka sukailah apa yang kamu miliki saat ini".
·        Belajar menerima apa adanya dan berpikir positif....
·        Hidup bagaikan mimpi, seindah apapun, begitu bangun semuanya sirna tak berbekas.

·        Rumah mewah bagai istana, harta benda yang tak terhitung, kedudukan, dan jabatan yg luar biasa, namun... Ketika nafas terakhir tiba, sebatang jarum pun tak bisa dibawa pergi, sehelai benang pun tak bisa dimiliki, apalagi yang mau diperebutkan, apalagi yang mau disombongkan??
·        Maka jalanilah hidup ini dengan keinsafan nurani
·        Jangan terlalu perhitungan
·        Jangan hanya mau menang sendiri
·        Jangan suka sakiti sesama apalagi terhadap mereka yang berjasa bagi kita.
·        Belajarlah tiada hari tanpa kasih.
·        Selalu berlapang dada dan mengalah
·        Hidup ceria, bebas leluasa...
·        Tak ada yang tak bisa di ikhlaskan....
·        Tak ada sakit hati yang tak bisa dimaafkan
·        Tak ada dendam yang tak bisa terhapus..

Sebarkan agar banyak orang bertindak baik... Doing good things!..
Have a great day..
GBU.

Rabu, 12 Oktober 2011

Tensoplast Di Jari Tuhan

Aku melihat banyak pintu – pintu di depanku
Pintu – pintu yang menarik dan bersinar
Pintu – pintu yang menjanjikan banyak hal indah di baliknya.

Dan aku melihat banyak orang berdiri di sampingku
Dan aku melihat mereka berjalan menuju tiap – tiap pintu
Dan mereka masuk melewati pintu itu menuju masa depan di baliknya

Aku berdiri termenung di depan pintu – pintu itu
Dimanakah pintu yang harus kulewati?
Dan apakah ada pintu yang terbuka untukku?

Lihatlah, ada pintu yang setengah terbuka
Tapi…pintu itu terlalu bagus..sangat bagus
Pintu itu terlalu bagus bagi orang sepertiku
Mungkin pintu itu terbuka untuk orang lain

Mataku mencari pintu lain…yang lebih sederhana
Mungkin pintu yang terletak di pojok…
Mungkin pintu yang ukurannya paling kecil…
Mungkin pintu kayu polos tanpa hiasan…

Aku berjalan dari ujung ke ujung mencari pintu milikku
Tapi, setiap aku melewati pintu itu, aku selalu bertanya – tanya
Apa yang ada di baliknya?
Bolehkah pintu itu menjadi milikku?

“ Cukup!!!”
“ Pintu yang setengah terbuka itu menggangguku!!”
“ Pintu itu membuatku memimpikan banyak hal yang bukan milikku!!”
“ Lebih baik kututup pintu itu dan berhenti memimpikannya!!”

Kubanting pintu itu sampai menutup…BRAKKKKK…….......aduh……
Hmmm…apakah aku mendengar suara orang mengaduh???
Hmmm….mungkin hanya perasaanku???
Dan aku duduk di depan pintu – pintu itu, menunggu pintu milikku terbuka

Dan lihatlah, Yesus datang menghampiriku
Dia memegang tanganku dan menarikku berdiri
Aku terheran –heran ketika melihat tanganNYA
Mengapa ? Karena kulihat ada tensoplast di jari tangannya
Tensoplast bermotif garis – garis kulit zebra

“Tuhan, mengapa jariMU terluka? Siapa yang melukaiMU ?”
“ Oh, jariKU tadi terjepit pintu..”
“ Terjepit pintu? Kenapa itu bisa terjadi Tuhan?”
“ Sebenarnya AKU sedang menunggu seseorang di balik salah satu pintu ini. AKU membukakan sedikit pintu itu untuknya supaya dia tahu AKU menunggu di baliknya. Tapi, dia tidak juga membuka pintu itu. “

“Tadinya akan KUbuka pintu itu lebih lebar tapi waktu AKU memegang pintu itu, tiba – tiba pintu itu terbanting menutup dengan keras. Dan karena itulah AKU memakai tensoplast ini.”
“ Dan karena orang itu tidak datang menemuiKU, AKU datang menjemputnya untuk bersama-sama melewati pintu itu ke masa depan yang KUjanjikan”

PS : Mungkin kita merasa masa depan kita suram dan Tuhan tidak akan memberikan masa depan yang berkemenangan. Mungkin kita merasa visi yang Tuhan berikan terlalu bagus untuk kita. Jangan tutup pintu itu karena merasa kita tidak layak untuk melewatinya atau karena kita merasa pintu itu bukan untuk kita. Karena Tuhanlah yang membuka dan menutup pintu, bukan kita..

Ditulis Oleh @jcmint121

Lengkung Sempurna

Rena kecil bersandar pada kursi kesayangannya. Matanya yang bulat bercahaya memandang rintik-rintik hujan yang turun dengan rapi dari langit. Rambutnya bak tirai hitam kemilau tertimpa sinar lampu, beberapa helai rambut terurai pada pipinya yang lembut dan merah jambu. Bibir tipisnya melantunkan lagu yang dikarangnya sendiri. Dua ibu jari tangan yang dimilikinya, hanya dua dari sepuluh yang seharusnya, bergerak-gerak seirama seturut alunan lagu yang dinyanyikannya.

Matanya terbelalak kagum saat seberkas warna pelan-pelan muncul di langit. Melengkung sempurna dengan kemilau jingga, hijau, merah jambu dan biru. Rena kecil menempelkan wajahnya pada kaca jendela, ingin melihat lebih jelas rupanya. Rena kecil berusaha turun dari kursi kesayangannya, tapi ia tidak punya jemari kaki, juga telapak kaki. Beruntung sang Ibu datang tepat waktu dan membawa Rena kecil menuju beranda untuk melihat lengkung sempurna di langit.

“Ibu, siapa yang menggambar langit dengan crayon?” Rena kecil bertanya pada Ibunya.

“Oh, Seorang yang sangat luar biasa”. Ibunya menjawab sambil membelai rambutnya bak tirai hitam kemilau yang tertimpa sinar lampu.

“Benarkah?”

“Tentu sayang”.

“Mengapa Dia menggambar di langit? Rena punya buku gambar yang bagus”.

“Mengapa? Agar semua orang dapat melihat keindahannya, Rena sayang”.

“Rena senang melihatnya”.

“Ya, Ibu juga”.

“Oh, Rena ingat sekarang. Pasti yang menggambar itu adalah Tuhan yang seringkali Ibu ceritakan. Benar kan Bu?”

“Benar, Rena anak pintar”.

“Rena tidak bisa menggambar seindah itu, tapi Tuhan bisa. Pasti ada yang membuat-Nya senang. Rena bisa gambar bagus kalau Rena sedang senang”.

Ibunya tersenyum dan menjawab, “Ya sayang, ada hal besar yang terjadi di Sorga dan membuat-Nya senang. Tahukah Rena apa yang membuat-Nya senang?”

Rena kecil menggelengkan kepalanya kuat-kuat.

“Karena ada seorang anak cantik yang sedang melihat ke langit dan senang melihat gambar-Nya”.

“Benarkah Ibu?”

“Tentu sayang, dan apakah Rena tahu yang lebih indah dari warna-warna di atas sana?”

Rena kecil kembali menggeleng kuat-kuat.
“Oh, adakah yang lebih indah lagi Ibu?”

“Tentu Rena sayang, yang jauh lebih indah dari warna-warna itu, adalah Rena sendiri”.
Rena kecil terbelalak heran.
“Benarkah Ibu? Rena lebih indah?”
Ibu mengangguk, tersenyum dan berkata, “Tuhan menggambar warna-warna itu untuk Rena, untuk anak tercantik yang sangat disayangi-Nya”.
Rena kecil kembali memandang warna-warna di langit, senyumnya mengembang, lebih indah, jauh lebih indah dari warna-warna di langit sana.

***

Rena kecil kini sudah besar. Tumpukan diagram dan kertas-kertas penuh garis mengisi hari-harinya. Rena tidur larut, Rena bangun pukul tiga pagi, Rena tenggelam dalam diagram dan kertas-kertas penuh garis. Rena besar bersandar pada kursi kesayangannya, menarik napas sepanjang yang ia mampu. Hujan yang rapi turun dari langit, membawa warna-warna yang membentuk lengkungan dari ujung ke ujung langit yang lain. Rena besar meletakkan penanya dan memandang ke langit. Beberapa kali ia melihat warna-warna di angkasa, tapi semua lengkungan warna tak lagi terasa istimewa pada masa-masanya belakangan. Ia rindu, sangat rindu, memandang warna-warna itu dari mata seorang gadis kecil, memberi waktu yang tulus untuk warna-warna di langit. Ia ingin, sangat ingin, melihat warna-warna menakjubkan dari hati gadis kecil, tak ada kesombongan, hanya kekaguman.

Mutiara menitik dari mata Rena yang bulat bercahaya. Rena rindu hari-harinya yang teduh, Rena rindu Ibu. Seperti bunga mawar dengan tetesan embun, Rena tersenyum dan berkata, “Ibu, suatu hari nanti kita akan menikmati kembali warna-warna di langit, bukan hanya kita berdua Bu, tapi kita bertiga. Rena, Ibu, dan Tuhan”.
Rena besar terlelap dalam sejuknya hari setelah rintik-rintik hujan yang rapi.  Lengkung sempurna di langit turun ke bumi, dan menetap dalam senyum Rena.

Ditulis Oleh @evnov

Mujizat 1053

I. 10:53

Minggu 25 September 2011 jam 10:45. Ibadah baru saja usai. Doa berkat telah selesai disampaikan. Jemaat sedang berjalan keluar dari dalam gedung Gereja. Pemuji dan pemusik sedang menaikkan puji-pujian. Baru saja, Pdt. Sigit Purbandoro dari Surabaya menyampaikan Firman Tuhan mengenai “Pertolongan Tuhan” yang terambil dari Mazmur 121:1-8. Semuanya kelihatannya berjalan dengan lancar sepereti biasanya.

Tiba-tiba terdengar ledakan keras. Puji-pujian langsung berhenti. Saya berpikir speaker sound system yang meledak. Saya langsung berlari ke tengah mimbar dan dari atas mimbar terlihat ada asap putih mengepul dari pintu depan. Asap cukup tebal sehingga pandangan ke luar pintu tidak terlihat. Saya langsung berpikir “Wah bom!” Langsung saya berlari seperti melompat dari mimbar ke tempat kejadian.

Pikiran saya cuma satu, “Tuhan jangan sampai ada korban jiwa dari jemaat,” dan kalau ada korban luka, itu yang harus secepatnya ditolong. Tidak kepikiran kalau ada bom susulan atau hal lain. Hanya satu perkara yang ada di pikiran “Selamatkan secepatnya yang terluka!”

Pada waktu itu, jemaat berteriak-teriak panik dan berlarian. Apalagi asap putih cukup tebal menghalangi pandangan. Bau mesiu menyengat dan darah berceceran di lantai. Sampai di dekat kejadian, saya melihat hanya ada seorang yang tergeletak dengan perut hancur. Saya langsung berpikir, “Itu pasti pelakunya.” Secara sekilas saya tidak menemukan korban lain yang tergeletak, spontan saya langsung berkata dalam hati, “Syukur Tuhan, tidak ada korban jiwa jemaat.”

Lalu saya lihat beberapa jemaat yang terluka. Saya pegang tangan salah satunya dan saya katakan “Kamu pasti tertolong. Jangan takut! Tuhan melindungimu.” Tapi saya tidak boleh hanya berkutat di situ. Sekarang, ada beban di pundak saya sebagai gembala untuk mengendalikan situasi yang kacau dan menenangkan jemaat yang panik. Langsung saya berteriak “Semuanya keluar lewat pintu samping”. Sekarang, prioritas utama adalah melarikan korban yang terluka secepat-cepatnya ke rumah sakit. Tidak usah memanggil ambulan, karena pasti butuh waktu cukup lama. Sedangkan korban, harus secepatnya dibawa ke rumah sakit. Terdengar teriakan dari Pdm. Joko Sembodo yang mengatur keamanan di tempat kejadian perkara. Dia berteriak kepada petugas parkir di luar “Tutup pintu gerbang cepat!” agar jangan sampai ada orang luar masuk.

“Bawa semua korban lewat kantor. Pakai mobil Gereja untuk membawa korban ke rumah sakit,” teriak saya. Langsung beberapa jemaat dengan sigap tanpa rasa takut menggendong para korban ke kantor. Mereka ini betul-betul orang-orang yang siap melayani seperti Kristus. Tidak mempedulikan resiko bom ke dua ataupun kengerian yang muncul, mereka sigap untuk memberikan pertolongan kepada korban-korban yang berjatuhan.

Saya pun segera berlari ke kantor. Di kantor, saya menyuruh Bapak Yohanes dan Bapak Yulianto untuk mengatur parkir agar kendaraan di parkir yang tidak berkepentingan bisa langsung cepat keluar. Begitu kosong, ada dua kendaraan yang siap dipakai, milik Bapak Budidan Bapak Gideon. Langsung para korban diangkat dinaikkan ke mobil Bapak Budi. Namun ada kesulitan untuk menaikkan korban ke mobil Bapak Gideon, karena pintunya terhalang mobil lain. Tidak menunggu waktu, saya langsung naik ke belakang setir dan memajukan mobil Bapak Gideon, sehingga pintu bisa terbuka lebar.

Begitu korban dimasukkan, mobil segera melaju dengan cepat ke Rumah Sakit Dr. Oen. Ada yang sempat bertanya, “Nanti kalau di tanya siapa yang menanggung dan bertanggungjawab, bagaimana jawabnya?” Saya langsung berteriak “Gereja yang akan bertanggung jawab untuk semua biayanya. Yang penting, korban harus segera ditolong!” (Biaya pengobatan dan rumah sakit ditanggung oleh pemerintah dan oleh pihak Rumah Sakit Dr. Oen). Dalam waktu kira-kira 15 menit sejak ledakan, semua korban sudah bisa sampai ke Rumah Sakit Dr. Oen.

Setelah sebentar membagi tugas di kantor, saya dan Pdm. Wim Agus Winarno langsung menyusul ke Rumah Sakit Dr. Oen. Urusan peledakan dan korban tewas biarlah urusan polisi dan orang lain yang sudah saya serahi tugas untuk itu. Sedangkan tugas saya adalah gembala. Saya harus berada di dekat domba-domba yang terluka secepatnya.

Di luar, massa yang begitu banyak sudah memadati jalan di sekitar Gereja, sehingga kendaraan saya sukar untuk bergerak. Sesampainya di rumah sakit, ruang UGD sudah penuh dengan korban-korban yang terluka dan keluarganya. Suasana hiruk pikuk. Langsung saya usahakan untuk mendekati mereka satu per satu. Saya berikan kata-kata kekuatan dan yang paling penting saya doakan mereka satu per satu. Itulah tugas saya sebagai gembala.

Korban pertama yang saya jumpai adalah Bapak Sugiyono dan anaknya Defiana. Secara sepintas mereka kelihatannya tidak terluka parah, karena mereka masih bisa tersenyum. Namun kemudian saya baru tahu bahwa luka Defiana cukup parah, di mana ada 3 mur yang bersarang di tempurung kepalanya. Saya doakan mereka dan saya kuatkan. Lalu saya jumpai Bapak Go Sing Gwan yang terluka dibahunya. Sebuah metal besi telah menghantam tulang bahunya sehingga hancur. Bapak Go Sing Gwan harus menjalani operasi untuk mengganti tulang bahunya yang hancur dengan sebuah plat.

Di kamar sebelah saya menjumpai Olivia Putri yang terluka di kakinya. Urat kakinya putus dan dia menangis. Pasti rasanya sangat menyakitkan sekali dan hati saya turut tersayat melihat gadis remaja ini menangis kesakitan. Saya pegang tangannya dan saya doakan.

Berlari keluar saya masuk ke kamar di samping dan di situ saya melihat Noviyanti tergeletak di atas ranjang dengan kepala yang bercucuran darah begitu banyak. Terlihat sepintas lukanya cukup parah dan dia hanya diam saja tanpa respon. Hati saya kuatir melihatnya. Tapi saya meneguhkan iman dan berdoa. Saya bisikkan kata-kata kekuatan dan saya doakan dia. Luar biasanya, nanti terlihat bahwa pemulihannya begitu cepat dan dia termasuk yang cepat pulang dari Rumah Sakit.

Septiana saya jumpai sedang terbaring kesakitan. Benda tajam telah menembus salah satu kakinya sampai berlubang dan mencucurkan darah. Tidak berhenti sampai di situ, benda tajam itu masih melaju dan bersarang di kaki yang satunya lagi. Kedua kakinya terluka parah.

Selanjutnya saya berlari ke kamar sebelah dan saya melihat Ibu Feriana yang terluka parah, ada pecahan metal yang menembus dan merobek kandung kemihnya. Pendarahan terjadi dan harus segera dihentikan sebelum menjadi fatal. Segera dia diprioritaskan untuk menerima tindakan operasi lebih dahulu untuk menghentikan pendarahan. Dalam operasi itu, dokter juga harus memotong usus halusnya sebanyak dua cm. ketika didoakan sebelum masuk ke kamar operasi, dia masih bisa tersenyum sekalipun terluka parah.

Selesai mendoakan Ibu Feriana, saya keluar kamar dan di lorong saya menjumpai Ferdianta danBoris yang terbaring di ranjang. Luka mereka berada di tangan, perut dan kaki, karena ada paku dan benda-benda lain yang menancap. Saya doakan dan saya teguhkan iman mereka. Mereka mengangguk lemah tanda percaya dan saya senang karena mereka tetap kuat.

Saat itu, saya melihat ada korban yang sedang didorong tergesa-gesa oleh petugas medis ke kamar operasi. Ternyata dia adalah Bapak Ristiyono yang punggungnya hancur karena ada 12 paku yang menancap di punggungnya. Saya tidak sempat mendoakannya secara khusus, tapi saya berdoa dalam hati agar ke mana pun dia dibawa, Tuhan menyertainya.

Dengan setengah berlari, saya masuki kamar selanjutnya. Di situ terbaring Ibu Yulianti yang sudah berusia 74 tahun. Dia merasakan sakit di kepalanya yang berdarah-darah dan berkata dengan suara memelas “Pak, kepalaku sakit sekali. Tolong Pak Yo, ndak kuat rasanya. Kepala ini sakit sekali!” Saya tidak bisa melakukan apa-apa untuk meringankan penderitaannya, kecuali hanya dengan doa. Telinganya telah robek terhantam serpihan benda tajam dan mengucurkan banyak darah. Saya pegang tangannya dan diamenggenggam tangan saya erat-erat. Saya katakan, “Tante jangan kuatir. Tante pasti bisa sembuh total. Tetap kuat dan panggil nama Tuhan Yesus ya Tante.” Dia mengangguk dan saya doakan dia sambil kita berdua berpegangan tangan.

Keluar dari kamar itu, saya melihat korban lain, yaitu Bapak Stefanus yang terbaring di ranjangnya tepat di tengah ruang UGD. Dia berusaha bangun. Saya tenangkan dia dan saya suruh tidur kembali. Saya lihat lengannya atas berdarah-darah. Saya pegang tangannya dan saya doakan dia di tengah-tengah ruangan UGD itu.

Sekalipun jatuh korban tiga puluh orang terluka, saya masih bisa bersyukur bahwa tidak ada satu pun yang meninggal dunia. Dari 30 orang itu, 14 harus dirawat inap dan semuanya harus menjalani operasi. Operasi berlangsung marathon dari hari Minggu jam 14.00 sampai besoknya jam 12.00, selama 22 jam.

II. MELEDAK

Jika direnungkan, dalam tragedi 1053 ini ada banyak mujizat dan pertolongan Tuhan. Jika tidak ada satupun korban jiwa, itu adalah karena campur tangan Tuhan semata-mata. Bukan kebetulan! Karena di dalam Tuhan Yesus, tidak ada yang kebetulan. Semua terjadi atas izin-Nya.

Sebelum kejadian, berdasarkan rekaman kamera CCTV, pelaku diperkirakan masuk dari pintu kecil samping pintu utama. Dengan berbaju putih lengan panjang, celana panjang hitam, bertopi, berkacamata dan sebuah tas kecil dikalungkan di dadanya, pelaku sempat berjalan ke tengah dan mendekati tengah ruangan Gereja. Andaikata dia meledakkan bomnya di tengah ruangan Gereja, pasti ceritanya akan berbeda. Korban yang jatuh pasti akan lebih banyak.

Tapi entah mengapa (pasti ada campur tangan Tuhan), pelaku sempat menoleh ke kanan ke kiri seperti kebingungan. Kemudian, dia berbalik dan berjalan menuju pintu keluar. Dia melangkah keluar pintu Gereja dan berdiri di depan pintu agak menyamping ke timur. Di teras Gereja itulah dia meledakkan bom yang dia bawa tepat pukul 10:53 (sesuai dengan waktu yang terekam di CCTV), menghamburkan proyektil-proyektil maut berupa paku, mur, lempengan logam tajam dan lain sebagainya.

Semata-mata pertolongan Tuhan kalau pelaku itu meledakkan bomnya dengan menghadap ke halaman parkir. Andaikata dia meledakkan bomnya dengan menghadap ke arah pintu Gereja, di mana jemaat sedang ramainya keluar melalui pintu itu, maka korban yang berjatuhan akan makin banyak dan bisa jadi ada yang kehilangan nyawanya.

Lebih ajaib lagi, ketika dia menyalakan bomnya, posisinya agak berubah, badannya memutar sedikit sehingga arahnya tepat menghadap kedua pilar beton. Akibatnya, ketika bom yang menempel di perutnya meledak menghamburkan serpihan-serpihan, maka sebagian tertahan oleh dua tiang beton itu. Kalau bukan tangan Tuhan yang memutar tubuhnya sedikit, maka pasti akan jatuh korban lebih banyak lagi.

Serpihan bom itu ternyata menyebar kemana-mana dan ada sebuah pecahan pipa yang tajam dan sebesar kepalan tangan, telah terlontar menembus plafon teras Gereja. Andaikata pecahan itu tidak dilemparkan oleh Tuhan ke atas dan membabat orang, maka dipastikan orang itu tidak akan mengalami kesakitan. Tapi dia akan langsung tewas di tempat. Tapi puji syukur kepada Tuhan. Tuhan sudah melemparkan pecahan yang sangat berbahaya itu ke atas plafon Gereja, sehingga tidak menimbulkan korban.

III. MUJIZAT

Satu hal yang saya kuatirkan dan saya doakan kepada Tuhan, “Jangan sampai ada satu pun korban yang meninggal!” Kalau tidak ada yang kehilangan nyawa (kecuali pelaku), maka itu membuktikan bahwa tindakan bom bunuh diri itu adalah tindakan yang sia-sia dan tidak mencapai sasarannya, yaitu untuk mencabut nyawa korban sebanyak-banyaknya. Selamatnya para korban juga menunjukkan bahwa perlindungan Allah itu dahsyat dan ajaib! Perlindungan Allah tidak tertembus oleh bom yang bagaimanapun juga.

Oleh sebab itu, ketika diadakan doa di depan Gereja oleh saudara-saudara kita dari GP Ansorpada Minggu malam, saya pun ikut di situ. Pada saat itu, saya menerima 3 kabar yang membuat sesak nafas. Berita pertama yang muncul di sms adalah Defiana setelah operasi kepala untuk mengambil 3 mur, ternyata mengalami kejang-kejang dan kritis. Saat saudara-saudara kita dari GP Ansor berdoa, sayapun juga berdoa, “Tuhan Yesus jangan sampai anak-Mu ini meninggal. Sembuhkan dan pulihkan dia oleh karena bilur-Mu, bukan karena yang lain. Aku mohon mujizat-Mu Tuhan.”

Belum selesai saya berdoa, masuk sms ke dua dan disusul yang ke-3 yang mengatakan bahwa kaki dari salah satu korban yang bernama Hariyoko harus diamputasi karena terbabat obeng yang terlontar seperti roket. Lalu urat kaki Olivia Putri yang putus harus segera disambung sebelum 24 jam. Tapi sampai saat itu belum bisa segera dilakukan operasi karena ruang operasi penuh. Padahal waktu sudah semakin sempit. Kembali saya berdoa agar jangan sampai ada satupun yang mengalami cacat! Apalagi mereka ini masih remaja dan masih memiliki perjalanan hidup yang panjang. Jangan sampai mereka kehilangan masa depannya karena mengalami kecacatan.

Berdoa bersama saudara-saudara kita dari GP Ansor dan mengingat korban-korban ini, tak terasa air mata ini menetes. Hanya satu doa yang saya panjatkan terus, “Jangan ada yang meninggal dan jangan ada yang cacat,” supaya nama Tuhan saja yang dipermuliakan dalam peristiwa ini. Begitu selesai doa bersama, kira-kira jam 22.30, saya langsung bergegas ke Rumah Sakit bersama Pdm. Joko Sembodo untuk menjenguk korban.

Di depan ruang operasi, saya menjumpai Ibu Hung Me, yang suaminya, Bapak Go Sing Gwan sedang menjalani operasi karena tulang bahunya hancur. Di depan kamar operasi itu, kita berdoa bersama-sama memohon anugerahNya.

Lalu saya menuju kamar Olivia Putri yang harus dioperasi sesegera mungkin karena urat kakinya putus. Dia tertidur lelap, mungkin karena pengaruh obat bius untuk mengurangi rasa sakitnya. Saya katakan kepada ibunya, “Jangan kuatir, Bu. Pertolongan Tuhan tidak pernah terlambat. Kaki Olivia pasti akan dioperasi tepat pada waktunya.” Akhirnya jam 01.00, Olivia bisa dioperasi kakinya dan tidak terlambat.

Di ruang ICU, ada dua korban, yaitu Ibu Feriana yang terluka parah. Kandung kemihnya yang pendarahan karena tertembus logam dan ususnya harus dipotong 2 cm. Ketika saya doakan, Ibu Feriana justru berkata “Saya tetap kuat Pak Yo. Saya tetap cinta Tuhan dan Tuhan Yesus pasti sembuhkan saya.” Dia juga berpesan, “Pak Yo juga harus kuat. Tuhan akan pakai Pak Yo.” Saya terkejut dengan ketabahan Ibu Feriana. Saya betul-betul dikuatkan dan terharu. Di saat menderita dan menjadi korban, Ibu Feriana betul-betul tabah dan justru masih bisa memberikan kekuatan. Luar biasa!

Memang Tuhan punya rencana lain untuk Ibu Feriana. Ketika para dokter mengoperasi untuk menghentikan pendarahannya, dokter juga menemukan usus buntunya sudah infeksi. Karena itu, usus buntunya pun ikut diambil. Jadi Ibu Feriana ini juga mendapatkan pelayanan operasi usus buntu, tanpa biaya. Tuhan yang atur semuanya.

Defiana pun juga berada di ruang ICU. Saya melihat sekarang dia telah bisa tidur tenang, sesudah sore tadi mengalami kejang-kejang. Saya bersyukur kepada Tuhan karena melihat Tuhan sudah melakukan mujizat-Nya. Mamanya mengatakan bahwa Defiana ini dalam penderitaannya justru sangat tabah. Dalam keadaan tergeletak dan terluka parah, dia justru yang mengkuatkan orang tuanya untuk tetap kuat dan bersyukur kepada Tuhan, “Ma, jangan takut. Aku pasti sembuh karena Tuhan Yesus pasti menolong.”

Bahkan saat dia didorong masuk ke kamar operasi, dia menyanyikan pujian “Dalam nama Yesus! Dalam nama Yesus! Ada kemenangan!” Iman anak remaja ini betul-betul luar biasa. Dia sangat mencintai Tuhan. Saat sadar, yang dipikirkan pertama kali justru, bagaimana pelayanannya hari Senin, 3 Oktober nanti dalam acara Konser Pemuda? Luar biasa! Pada hari Senin, 3 Oktober, Defiana sudah bisa ikut acara konser pemuda di Gereja, sekalipun dengan kepala yang masih dibalut dengan perban. Mujizat!

Melihat kondisi Defiana yang cukup parah, sebuah lembaga sosial keagamaan dari Surabaya menawarkan bantuan dana dan pertolongan untuk membawa Defiana ke Singapore jika diperlukan. Tapi rencana Tuhan berbeda. Hari Senin, 3 Oktober, Defiana tidak berada di Singapore untuk diobati. Tapi pada Hari Senin, 3 Oktober, dia berada di GBIS Kepunton sedang memuji Tuhan. Haleluya!

Hariyoko yang menurut dokter harus diamputasi kakinya mengalami mujizat yang luar biasa. Besoknya, dokter berkata bahwa kakinya tidak jadi diamputasi dan bisa sembuh sempurna. Saya yakin dan percaya, bahwa malam itu, Tuhan Yesus sudah menyambung semua pembulu darah dan urat-urat yang terputus, sehingga kakinya bisa diselamatkan. Hariyoko yang masih muda tidak kehilangan kakinya.

Ayahnya, yaitu Bpk Ristiono adalah bapak yang punggungnya hancur tertembus 12 paku tajam. Tapi puji Tuhan, tidak ada satu pun paku itu yang menembus organ vitalnya. 11 paku diambil melalui operasi pertama. Tapi satu paku diambil pada operasi ke-2 yang beresiko tinggi. Paku itu bersarang tepat di antara paru-paru dan hatinya. Jika paku itu tertancap sedikit bergeser saja, maka akan mengenai paru-paru atau hatinya dan hasilnya pasti fatal. Tapi karena tangan Tuhan saja, maka paku itu bisa tepat bersarang di antara dua organ vital itu.

Ibu Yuliati yang berusia 74 tahun telah terluka di kepalanya. Ada serpihan benda tajam yang melesat cepat merobek daun telinganya. Telinganya berdarah-darah. Tapi kita bisa bersyukur kepada Tuhan, karena seandainya benda itu selisih beberapa milimeter saja jaraknya, maka pecahan benda tajam itu akan menembus ke kepalanya dan berakibat fatal. Tangan Tuhan betul-betul menyatakan perlindunganNya.

Para korban bersaksi bahwa sepertinya ada tameng ilahi yang melindungi mereka. Pecahan paku, mur boleh menembus daging, tapi tidak mengenai tulang atau organ penting. Ada tangan Tuhan yang tak terlihat yang telah menahan semua proyektil-proyektil maut itu.

IV. IMAN DI ATAS BATU KARANG

Hal yang paling membahagiakan saya adalah semua korban yang dirawat ini memiliki iman yang kuat. Mereka menderita, tapi mereka tidak kecewa kepada Tuhan. Mereka disakiti, tapi mereka tidak dendam dan mau mengampuni. Ketika mereka ditanya, mereka tetap mencintai Tuhan Yesus dan akan tetap setia ke Gereja.

Seperti juga Defiana yang saat masih tergolek justru memikirkan pelayanannya, maka Olivia Putri juga berkata “Aku akan tetap ke Gereja. Kenapa harus takut?”

Bapak Stefanus dalam keadaan masih terbaring di tempat tidur bahkan sudah menanyakan, “Pak, Hari Sabtu ada kebaktian 464 (lansia)? Saya mau datang ibadah.”

Ibu Yulianti yang sudah berusia tujuh puluh empat tahun, awalnya mengalami trauma dan berkata “Tidak berani ke Gereja dulu”. Tapi besoknya dia sudah bisa berkata “Sesudah sembuh, saya pasti ke Gereja lagi. Saya tidak trauma lagi, karena Tuhan Yesus.”

Boris waktu ditanya wartawan tentang Firman Tuhan saat ibadah, dia menjawab dengan jawaban luar biasa, “Firman Tuhan tadi berbicara tentang pertolongan Tuhan dan sekarang saya langsung mengalami pertolongan Tuhan”.

Para korban tidak menolak jiwa diwawancarai oleh wartawan maupun dikunjungi oleh tamu-tamu penting. Salah satunya saya tanya, “Kenapa kok mau diwawancarai atau dijenguk oleh tamu-tamu yang begitu banyak? Apa tidak justru melelahkan?” Dia menjawab “Pak Yo, justru ini kesempatan buat saya untuk menyaksikan kehebatan Tuhan Yesus. Justru inilah kesempatan buat saya untuk menunjukkan kepada orang yang belum kenal Tuhan bahwa saya tidak takut untuk mengiring Tuhan Yesus dan menunjukkan bahwa saya mengampuni mereka.”

Kuatnya iman mereka, betapa cintanya mereka kepada Tuhan Yesus, tabahnya hati mereka, semuanya itu membuat saya semakin kuat. Bukan saya yang mengkuatkan mereka. Tapi merekalah yang justru telah mengkuatkan saya. Jika mereka yang menjadi korban saja bisa begitu kuat dan tidak takut untuk kembali beribadah. Tentunya, kita yang tidak tergores sedikitpun pasti akan tetap kuat dan setia beribadah kepada Tuhan Yesus di tempat yang sudah Tuhan tempatkan kita. Jangan sampai kesetiaan dan iman kita kalah dengan mereka yang menjadi korban. Biarlah mereka ini menjadi teladan iman buat kita. Inilah iman yang dibangun di atas fondasi batu karang.

V. WE LOVE, WE FORGIVE

Setelah saya kembali dari rumah sakit, polisi sudah berdatangan mengamankan lokasi. Saya masuk ke dalam Gereja dan duduk di kursi tidak jauh dari pelaku pembomanan yang tergeletak di lantai. Saya amati dia cukup lama dan saya mulai merenung, “Haruskah hidupnya berakhir tragis dan sia-sia seperti ini?” Pada waktu itu, yang muncul di dalam benak saya bukan kebencian dan dendam. Perasaan yang muncul adalah belas kasihan kepada dia yang telah salah memilih jalan kehidupan.

Dari situlah inti pesan gembala itu muncul “Taburkanlah kasih dan pengampunan. Bukan dendam dan kebencian.” We love and we forgive. Tidak ada persungutan yang kita berikan. Tapi ucapan syukur kepada Tuhan yang kita persembahkan. Habis gelap, terbitlah terang. Setelah musibah, timbulah mujizat. Karena itu, sekalipun di mata manusia, hal ini merupakan tragedi dan bencana.Tapi dengan mata iman, saya memandang bahwa Tragedi 1053 pasti menjadi MUJIZAT 1053.

Allah turut bekerja dalam segala perkara untuk mendatangkan kebaikkan bagi orang-orang yang mengasihi Dia. Tidak ada kemuliaan, tanpa melalui salib. Justru melalui peristiwa ini, dunia telah melihat bahwa Tuhan Yesus dahsyat dan ajaib.

Pdt. Jonatan Jap Setiawan
GBIS KEPUNTON
SOLO, JAWA TENGAH