Rabu, 28 Desember 2011

Sang Raja & Pengemis Tua

Adalah seorang raja di sebuah negeri yang jaya. Raja tersebut baru saja naik tahta setahun yang lalu. Ia ingin mengetahui dan meneliti lebih jauh mengenai kehidupan negerinya tanpa terganggu oleh protokoler istana, sehingga diputuskanlah untuk menyamar menjadi seorang pengemis supaya mampu melaksanakan itikadnya dengan maksimal. Dan seketika itu juga raja keluar dari istananya dengan penyamaran dan kostum pengemisnya.

Segera ia menemukan komunitas para pengemis di sebuah sudut kota. Sambil melakukan tugas penyamaran dan penelitiannya, sang raja juga bergaul karib dengan seorang rekan sesama pengemis, seorang bapak tua yang telah menjadi pengemis hampir seumur hidupnya. Untuk sekian bulan lamanya, sang raja merampungkan semua tugasnya dengan hasil yang tak terduga. Ia kembali masuk ke istananya dan segera naik ke tahtanya lagi. Di hatinya terdapat banyak keputusan untuk banyak pejabat yang telah diselidikinya selama masa penyamarannya tersebut. Para pejabat yang dinilai korup dan jahat segera dijatuhi hukuman dengan bukti yang tak dapat disangkal. Sementara para pejabat yang dinilai setia dan jujur dianugerahi berbagai hadiah dan promosi yang sepadan.

Selesai membenahi segala sesuatunya, sang raja teringat dengan sahabat karibnya yang tinggal di lorong kumuh tempat pengemis tua itu tinggal. Segera diperintahkan kepada bawahannya untuk mempersiapkan segala sesuatunya dan dalam segala kemuliaannya ia hendak menemui sahabat tuanya itu.

Sesampainya di lorong kumuh yang dimaksud, sang raja segera menemui pengemis tua itu. Sahabatnya tentu takkan mengenali raja tersebut karena penampilan yang dikenalnya dulu tentu jauh berbeda dengan kemuliaan yang ditampilkan sang raja di depan matanya saat itu. Dengan rendah hati sang raja memberitahukan jati dirinya dan pengemis tua itu begitu terkejut serta memohon ampun atas kelalaiannya. Tentu sang raja sangat memakluminya.

Kini pengemis tua itu sudah mengetahui siapa sesungguhnya sahabatnya itu. Raja bertanya kepadanya, "Mintalah apa saja yang kamu mau, sahabatku. Aku dalam segala kemuliaanku akan memenuhi apapun yang kamu inginkan." Pengemis tua itu tertegun dan merenung cukup lama untuk membalas kesempatan emas dari sahabatnya itu. Dan setelah menghela nafas sejenak, bapak tua ini menjawab, "Hanya satu permintaanku, dan mohon jangan kau tolak, ya rajaku. Aku meminta supaya persahabatan kita tetap ada untuk selama-lamanya."

Source : http://windunatha.blogspot.com/2011/11/sang-raja-pengemis-tua.html

Kamis, 08 Desember 2011

Ucapan Selamat hari Natal Berbagai Bahasa

Ucapan Selamat hari Natal/ Merry Christmas dalam bahasa-bahasa di dunia
Afrikaans: Geseënde Kersfees
Afrikander: Een Plesierige Kerfees
African/ Eritrean/ Tigrinja: Rehus-Beal-Ledeats
Albanian: Gezur Krislinjden
Arabic: Milad Majid
Argentine: Feliz Navidad
Armenian: Shenoraavor Nor Dari yev Pari Gaghand
Azeri: Tezze Iliniz Yahsi Olsun

Bahasa Malaysia: Selamat Hari Natal
Basque: Zorionak eta Urte Berri On!
Bohemian: Vesele Vanoce
Brazilian: Feliz Natal
Bengali: Shubho borodin
Breton: Nedeleg laouen na bloavezh mat
Bulgarian: Tchestita Koleda; Tchestito Rojdestvo Hristovo

Catalan: Bon Nadal i un Bon Any Nou!
Chile: Feliz Navidad
Chinese: (Cantonese) Gun Tso Sun Tan'Gung Haw Sun
Chinese: (Mandarin) Kung His Hsin Nien bing Chu Shen Tan
Choctaw: Yukpa, Nitak Hollo Chito
Columbia: Feliz Navidad y Próspero Año Nuevo
Cornish: Nadelik looan na looan blethen noweth
Corsian: Pace e salute
Crazanian: Rot Yikji Dol La Roo
Cree: Mitho Makosi Kesikansi
Croatian: Sretan Bozic
Czech: Prejeme Vam Vesele Vanoce a stastny Novy Rok

Danish: Glædelig Jul
Duri: Christmas-e- Shoma Mobarak
Dutch: Vrolijk Kerstfeest en een Gelukkig Nieuwjaar! or Zalig Kerstfeast

English: Merry Christmas
Eskimo: (inupik) Jutdlime pivdluarit ukiortame pivdluaritlo!
Esperanto: Gajan Kristnaskon
Estonian: Ruumsaid juulup|hi
Ethiopian: (Amharic) Melkin Yelidet Beaal
Eritfean/ Tigrinja: Rehus- Beal- Ledeats

Faeroese: Gledhilig jol og eydnurikt nyggjar!
Farsi: Cristmas-e-shoma mobarak bashad
Finnish: Hyvaa joulua
Flemish: Zalig Kerstfeest en Gelukkig nieuw jaar
French: Joyeux Noel
Frisian: Noflike Krystdagen en in protte Lok en Seine yn it Nije Jier!
Faeroese: Gledhilig jol og eydnurikt nyggjar!
Fyrom: Sreken Bozhik

Galician: Bo Nada
Gaelic: Nollaig chridheil agus Bliadhna mhath ùr!
German: Froehliche Weihnachten
Greek: Kala Christouyenna!
Greenlandic: Juullimi Pilluaritsi!
German: Froehliche Weihnachten

Haiti: (Creole) Jwaye Nowel or to Jesus Edo Bri'cho o Rish D'Shato Brichto
Hausa: Barka da Kirsimatikuma Barka da Sabuwar Shekara!
Hawaiian: Mele Kalikimaka
Hebrew: Mo'adim Lesimkha. Chena tova
Hindi: Baradin ki shubh kamnaaye
Hausa: Barka da Kirsimatikuma Barka da Sabuwar Shekara!
Hawaian: Mele Kalikimaka ame Hauoli Makahiki Hou!
Hungarian: Kellemes Karacsonyi unnepeket

Icelandic: Gledileg Jol
Indonesian: Selamat Hari Natal
Iraqi: Idah Saidan Wa Sanah Jadidah
Irish: Nollaig Shona Dhuit, or Nodlaig mhaith chugnat
Iroquois: Ojenyunyat Sungwiyadeson honungradon nagwutut. Ojenyunyat osrasay.
Italian: Buone Feste Natalizie

Japanese: Shinnen omedeto. Kurisumasu Omedeto
Jiberish: Mithag Crithagsigathmithags

Korean: Sung Tan Chuk Ha

Lao: souksan van Christmas
Latin: Natale hilare et Annum Faustum!
Latvian: Prieci'gus Ziemsve'tkus un Laimi'gu Jauno Gadu!
Lausitzian:Wjesole hody a strowe nowe leto
Lettish: Priecigus Ziemassvetkus
Lithuanian: Linksmu Kaledu
Low Saxon: Heughliche Winachten un 'n moi Nijaar

Maltese: IL-Milied It-tajjeb
Manx: Nollick ghennal as blein vie noa
Maori: Meri Kirihimete
Marathi: Shub Naya Varsh

Navajo: Merry Keshmish
Norwegian: God Jul, or Gledelig Jul

Occitan: Pulit nadal e bona annado

Papiamento: Bon Pasco
Papua New Guinea: Bikpela hamamas blong dispela Krismas na Nupela yia i go long yu
Pennsylvania German: En frehlicher Grischtdaag un en hallich Nei Yaahr!
Peru: Feliz Navidad y un Venturoso Año Nuevo
Philipines: Maligayan Pasko!
Polish: Wesolych Swiat Bozego Narodzenia
Portuguese:Feliz Natal
Pushto: Christmas Aao Ne-way Kaal Mo Mobarak Sha

Rapa-Nui (Easter Island): Mata-Ki-Te-Rangi. Te-Pito-O-Te-Henua
Rhetian: Bellas festas da nadal e bun onn
Romanche: (sursilvan dialect): Legreivlas fiastas da Nadal e bien niev onn!
Romanian:  Craciun Fericit
Russian: Pozdrevlyayu s prazdnikom Rozhdestva is Novim Godom

Sami: Buorrit Juovllat
Samoan: La Maunia Le Kilisimasi Ma Le Tausaga Fou
Sardinian: Bonu nadale e prosperu annu nou
Serbian: Hristos se rodi
Slovakian: Sretan Bozic or Vesele vianoce
Samoan: La Maunia Le Kilisimasi Ma Le Tausaga Fou
Scots Gaelic: Nollaig chridheil huibh
Serbian: Hristos se rodi.
Singhalese: Subha nath thalak Vewa. Subha Aluth Awrudhak Vewa
Slovak: Vesele Vianoce. A stastlivy Novy Rok
Slovene: Vesele Bozicne Praznike Srecno Novo Leto or Vesel Bozic in srecno Novo leto
Spanish: Feliz Navidad
Swedish: God Jul and (Och) Ett Gott Nytt År

Tagalog: Maligayamg Pasko. Masaganang Bagong Taon
Tami: Nathar Puthu Varuda Valthukkal
Trukeese: (Micronesian) Neekiriisimas annim oo iyer seefe feyiyeech!
Thai: Sawadee Pee Mai or souksan wan Christmas
Turkish: Noeliniz Ve Yeni Yiliniz Kutlu Olsun

Ukrainian: Srozhdestvom Kristovym or Z RIZDVOM HRYSTOVYM
Urdu: Naya Saal Mubarak Ho

Vietnamese: Chuc Mung Giang Sinh

Welsh: Nadolig Llawen

Yoruba: E ku odun, e ku iye'dun!
Yugoslavian: Cestitamo Bozic

NB : kelihatannya ada beberapa kesalaha penulisan dari sumbernya.

KOIN PENYOK.

Inspirasi untuk kita.

Seorang lelaki berjalan tak tentu arah dgn rasa putus asa. Kondisi finansial keluarganya morat-marit.

Saat menyusuri jalanan sepi, kakinya terantuk sesuatu. Ia membungkuk dan menggerutu kecewa. “Uh, hanya sebuah koin kuno yg sudah penyok.” Meskipun begitu ia membawa koin itu ke bank.

“Sebaiknya koin in dibawa ke kolektor uang kuno,” kata teller itu memberi saran. Lelaki itu membawa koinnya ke kolektor. Beruntung sekali, koinnya dihargai 30 dollar.

Lelaki itu begitu senang. Saat lewat toko perkakas, dilihatnya beberapa lembar kayu obral. Dia pun membeli kayu seharga 30 dollar utk membuat rak buat istrinya. Dia memanggul kayu tersebut dan beranjak pulang.

Di tengah perjalanan dia melewati bengkel pembuat mebel. Mata pemilik bengkel sudah terlatih melihat kayu bermutu yg dipanggul lelaki itu.
Dia menawarkan lemari 100 dollar utk menukar kayu itu. Setelah setuju, dia meminjam gerobak utk membawa pulang lemari itu.

Di tengah perjalanan dia melewati perumahan baru. Seorang wanita melihat lemari yg indah itu dan menawarnya 200 dollar.
Lelaki itu ragu-ragu. Si wanita menaikkan tawarannya menjadi 250 dollar. Lelaki itupun setuju dan mengembalikan gerobaknya.

Saat sampai di pintu desa, dia ingin memastikan uangnya. Ia merogoh sakunya dan menghitung lembaran bernilai 250 dollar. Tiba-tiba seorang perampok keluar dari semak-semak, mengacungkan belati, merampas uang itu, lalu kabur.

Istrinya kebetulan melihat dan berlari mendekati suaminya seraya bertanya, “Apa yg terjadi?
Engkau baik saja kan?
Apa yang diambil oleh perampok tadi?”

Lelaki itu mengangkat bahunya dan berkata, “Oh, bukan apa-apa. Hanya sebuah koin penyok yang kutemukan tadi pagi”.

Demikianlah Tuhan mengatur hak-hak kita....

Bila kita sadar kita tak pernah benar-benar memiliki apapun, kenapa saat kehilangan kita harus tenggelam dalam kepedihan yang berlebihan?;

Kamis, 01 Desember 2011

Apa Yang Kau Cari…???

Dua orang teman sedang asyik berbincang-bincang, mereka ngobrol dari sabang sampai merauke, terkadang keluar canda tawa di antara mereka. Tak terasa mereka mulai membicarakan sesuatu hal yang serius. Salah satu diantara mereka berbicara tentang kesuksesan, kepopuleran, kekayaan, ketampanan, kecantikan, dan masih banyak lagi.

Banyak orang mengejar kekayaan, ketenaran, mencari uang yang banyak, mempunyai suami yang cakap, mempunyai istri yang cantik, dan masih banyak lagi. Sampai muncul sebuah pertanyaan, jika semuanya sudah didapatkan, materi, istri, anak, harta benda, kepopuleran, setelah itu, apa yang akan dilakukan? Banyak informasi seperti artis yang capek dengan hidupnya, kemudian mereka bunuh diri.

Padahal mereka cantik, cakap, tapi ketika semuanya sudah mereka dapatkan, tanpa disadari, ada sesuatu yang kosong dalam hidupnya. Semua yang duniawi bisa mereka dapatkan, tapi di dasar relung hati yang paling dalam, ada sebuah kekosongan yang membuat semuanya menjadi hambar.

Kisah Salomo di Alkitab menceritakan banyak hal tentang hidupnya. Dia termasyur, namanya terkenal, tidak ada orang yang kaya seperti Salomo saat itu. Istrinya tentu saja cantik, banyak orang saat itu pasti ingin seperti dia, apapun yang dia mau, pasti dia dapatkan. Tapi di Kitab Pengkhotbah, aku telah melihat segala perbuatan yang dilakukan orang di bawah matahari, tetapi lihatlah, segala sesuatu adalah kesia-siaan dan usaha menjaring angin (Pengk.1:14); ketika aku meneliti segala pekerjaan yang telah dilakukan tanganku dan segala usaha yang telah kulakukan untuk itu dengan jerih payah, lihatlah, segala sesuatu adalah kesia-siaan dan usaha menjaring angin..(Pengkh. 2:11) Jika kita tidak di dalam Tuhan saat ini, kita tidak tahu akan jadi seperti apakah kita saat ini.

Kita sebagai anak-anakNya saja terkadang mengalami berbagai macam masalah, tapi syukur kepada Tuhan, janjiNya berkata Dia takkan membiarkan kita sampai jatuh tergeletak (Maz.37:24). Jika memang seperti itu, trus, apa yang harus kita lakukan? Hari-hari ini, marilah kita semakin bersandar, dekat di hadiratNya, jangan goyah iman percaya kita kepada Yesus. Dunia banyak menawarkan kepada kita kenikmatan demi kenikmatan yang dapat membutakan mata hati kita.

Jika kita renungkan, hari-hari ini seperti 2Tim 2:2-4 berkata Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak memperdulikan agama, tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik, suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah. Di ayatnya yang ke 5 mengatakan: Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Secara tegas setelah itu Tuhan mengatakan lewat firmanNya: Jauhilah mereka itu! Apapun yang kita kerjakan, apapun bagian kita, kerjakan dng sepenuh hati, dengan memandang Dia yang empunya segala sesuatu di bumi dan langit.

Akhir kata...Apa sebenarnya yang sedang Anda cari? Setelah semuanya Anda dapatkan, setelah itu, Apa yang Anda cari? Kiranya kasih karunia Tuhan yang senantiasa menuntun perjalanan hidup kita langkah demi langkah tiap hari, tiap jam, tiap detik jam yang selalu berjalan, bukan dengan kekuatan manusia kita, tapi hanya oleh kasih karunia dan anugerahNya, yang akan memampukan kita melewati semuanya. Biarlah keintiman dengan Tuhan, semakin kita kerjakan dengan kuat, bukan karena kita mencari berkat, tapi lebih dari itu, biarlah perkenanNya senantiasa ada dalam hidup kita, bahkan sampai seumur hidup kita. Tanpa Tuhan, kita tidak bisa berbuat apa-apa, tapi dengan penyertaanNya yang ajaib, kita menjadi alat kemuliaanNya. Be Blessed. Love you all

http://www.facebook.com/notes/rhemaradio-semarang/apa-yang-kau-cari/226753600729110

Jumat, 25 November 2011

7 Cara Mengatasi Takut Gagal

Memiliki perasaan takut gagal mungkin sesuatu yang wajar.  Namun jika terus terkungkung oleh perasaan itu hingga tak pernah bisa melakukan apa-apa, perlu diwaspadai.

Orang seperti ini hanya mau  bermain di area safe. Namun sebenarnya bermain di area safe pun memiliki risiko besar. Setidaknya ia tak akan beranjak dari kondisinya saat ini.

Sebenarnya, ketakutan itu hanya karena orang terlalu underestimate terhadap kemampuannya. Nah, strategi berikut akan membantu mengatasi ketakutan gagal dan menumbuhkan keberanian.

1. Pertimbangkan ongkos yang harus dipikul jika kita melewatkan peluang yang berada di hadapan. 
Misalnya, kita tak akan bisa mengatasi masalah keuangan yang sedang kita hadapi padahal masalah ini telah mengganggu begitu lama. Atau jika tak diambil, kita tak akan pernah dipromosikan jadi manajer, direktur atau jabatan penting lainnya.

2. Lakukan penelitian untuk menemukan sisi baik dan buruknya dari suatu kesempatan. 
Ketidaktahuan adalah sumber terbesar dari ketakutan. Ketika kita tidak tahu apa yang sedang kita hadapi, konsekuensi yang kita hadapi akan selalu tampak lebih besar dari kondisi sebenarnya. Karena itu tumbuhkan keberanian atau minat untuk mencari tahu apa yang sedang kita hadapi. Lakukan riset. Dengan cara ini kita akan menemukan sisi baik dan buruknya dari kesempatan yang tengah dihadapi sehingga kita bisa tahu apa saja risikonya.

3. Tampilkan skenario terburuk. 
Jika kita mengejar suatu impian dan tenyata gagal meraihnya, seberapa lama mental kita akan pulih untuk kembali hidup normal atau berani mengejar kesempatan lain? Umumnya kemampuan kita pulih jauh lebih cepat dari perkiraan kita.
Misalnya kita adalah karyawan suatu perusahaan, namun merasa tidak betah berada di sana karena berbagai alasan. Namun untuk berhenti dan mencari pekerjaan baru takut tidak akan mendapatkannya atau kalaupun mendapatkannya pasti akan diraih setelah sekian lama mencarinya. Padahal seringkali jika mencobanya, tak akan begitu lama atau begitu sulit pekerjaan baru akan didapat.

4. Memahami manfaat kegagalan. 
Ada peribahasa, hidup adalah serangkaian percobaan, makin sering kita mencobanya makin baik kehidupan bisa kita raih. Setiap kegagalan adalah percobaan untuk melakukan sesuatu, semacam eksperimen, serta juga merupakan kesempatan untuk tumbuh dan berkembang. Bahkan jika kegagalan itu berakibat pada kerugian finansial, manfaatnya dapat dikonversi sebagai bahan pelajaran yang jauh lebih mahal dari kerugian keuangan yang kita dapat.

5. Membuat rencana alternatif. 
Cara lain untuk mengatasi ketakutan akan kegagalan adalah dengan mengurangi sisi negatifnya. Atasi risikonya dengan membuat rencana alternatif. Jika pilihan pertama gagal, kita dapat mempertahankan status quo dengan rencana cadangan yang solid. Berani gagal bukan berarti kita harus mengambil risiko kehilangan semuanya. Jika kita mengelola risiko dengan cerdas, kita dapat mengambil manfaat dari peluang yang memiliki risiko tinggi sambil kita menebar jaring penyelamat untuk berjaga-jaga agar kita tak jatuh terpuruk.

6. Take action. 
Cara terbaik untuk mengurangi rasa takut dan membangun kepercayaan diri adalah dengan mengambil  tindakan (take action). Begitu kita melakukannya, kita akan mulai mengumpulkan pengalaman dan pengetahuan. Semuanya sulit pada saat melakukannya pertama kalinya. Ini seperti melompat dari tebing ke dalam danau. Setelah kita melakukannya sekali, kita akan melihat bahwa air tersebut aman dan setiap kali kita mencobanya lagi segalanya akan berjalan lebih mudah. Karena itu take action. Mulailah dengan langkah kecil sambil membangun kepercayaan diri sampai takut gagal bisa kita atasi sebaik-baiknya.

7. Membakar perahu. 
Ini pepatah Yunani kuno. Ketika tentara Yunani  melintasi laut untuk berperang, hal pertama yang mereka lakukan setelah mendarat adalah membakar perahu mereka sendiri. Dengan cara ini tak ada jalan untuk pulang. Satu-satunya jalan adalah maju berperang dengan upaya mati-matian. Begitu pun kala mengejar apa yang kita inginkan. Dengan tak punya alternatif lain kita akan mati-matian mengejar peluang yang ada.

Nah, mari atasi ketakutan, sukses sudah menanti. Ketakutan terjadi hanya karena kita underestimate terhadap kemampuan kita sendiri.

Universitas Kehidupan

Ketika kerjamu tidak dihargai maka saat itu kau sedang belajar tentang ketulusan.

Ketika usahamu dinilai tidak penting, maka saat itu kau sedang belajar keikhlasan.

Ketika hatimu terluka sangat dalam, maka saat itu kau sedang belajar tentang memaafkan.

Ketika kau harus lelah dan kecewa , maka saat itu kau sedang belajar tentang kesungguhan.

Ketika kau merasa sepi dan sendiri maka saat itu kau sedang belajar tentang ketangguhan.

Ketika kau harus membayar biaya yang sebenarnya tidak perlu kau tanggung, maka saat itu kau sedang belajar tentang kemurah-hatian

Maka :

Tetap semangat

Tetap sabar

Tetap tersenyum

Terus belajar

Karena kita semua sedang menimba ilmu di universitas kehidupan

Ingat

Tuhan menaruhmu di tempatmu sekarang, bukan karena kebetulan.

Orang yang hebat tidak dihasilkan melalui :

Kemudahan

Kesenangan dan ketenangan

Melainkan mereka dibentuk melalui :

Kesukaran

Tantangan dan…air mata

Maka ketika engkau mengalami sesuatu yang sangat berat dan merasa ditinggalkan sendiri dalam hidup ini :

Angkatlah tangan dan kepalamu keatas…tataplah masa depanmu… Dan ketahuilah…

Tuhan sedang mempersiapkanmu untuk menjadi…

Orang yang luar biasa untuk menjadi seorang…pemenang.

God bless us all.

KITALAH SANG PENENTU ATAS HIDUP KITA, BUKAN ORANG LAIN

Dua orang ibu memasuki toko pakaian & membeli baju seragam anaknya.

Ternyata pemilik tokonya lagi bad mood sehingga tidak melayani dengan baik, malah terkesan buruk, tidak sopan dengan muka cemberut.

Ibu pertama jelas jengkel menerima layanan yg buruk seperti itu.
Yg mengherankan, ibu kedua tetap enjoy, bahkan bersikap sopan kepada penjualnya.

Ibu pertama bertanya, “Mengapa Ibu bersikap demikian sopan pada penjual menyebalkan itu?”

Lantas dijawab, “Mengapa aku harus mengizinkan dia menentukan caraku dalam bertindak ? Kitalah sang penentu atas hidup kita, bukan orang lain.”

"Tapi ia melayani dengan buruk sekali," bantah Ibu pertama.

"Itu masalah dia. Kalau dia mau bad mood, tidak sopan, melayani dengan buruk dll, toh tidak ada kaitannya dengan kita. Kalau kita sampai terpengaruh, berarti kita membiarkan dia mengatur & menentukan hidup kita, padahal kitalah yang bertanggung jawab atas diri kita," jelas Ibu kedua.

Tindakan kita kerap dipengaruhi oleh tindakan orang lain kepada kita. Kalau orang melakukan hal buruk, kita akan membalasnya dengan hal yang lebih buruk lagi. Dan sebaliknya.

Kalau orang tidak sopan, kita akan lebih tidak sopan lagi. Kalau orang lain pelit terhadap kita, kita yg semula pemurah tiba jadinya sedemikian pelit kalau harus berurusan dengan org tersebut. Ini berarti tindakan kita dipengaruhi oleh tindakan org lain.

Kalau direnungkan, sebenarnya betapa tidak arifnya tindakan kita. Mengapa utk berbuat baik saja, harus menunggu diperlakukan dengan baik oleh orang lain dulu?

Jagalah suasana hati sendiri, jangan biarkan sikap buruk org lain menentukan cara kita bertindak! Kitalah sang penentu yang sesungguhnya!

I'm an ACTOR, not reactor.

sumber: unknown

Senin, 21 November 2011

Ayah, dengarkanlah…

Ayah, dengarkanlah…
Disini, di dunia ini -di dunia yang berbeda dengan dunia mu-
Aq sangat-sangat merindukan mu Ayah…
Ayah, dengarkanlah…
Terkadang aq menangis iri melihat teman-teman Q yang masih bisa bercengkrama dengan orang yang bernama “Ayah”
Ayah, dengarkanlah…
Aq menyesal pernah mengecewakan mu,
Andai ku tau kau akan pergi lama, pasti tak akan begitu aq bersikap padamu…
Ayah, dengarkanlah…
Aq amat sangat mencintai mu,
Cinta yang begitu dalam hingga aq tak mampu ungkapkan dengan kata di depan mu…
Aq hanya seorang anak, seorang putra bagimu, yang kau sanjung dan kau banggakan, dan Aq tau itu…
Ayah, dengarkanlah…
Aq pun tau kau sangat mencintai ku, cinta yang mungkin jauh lebih dalam dari cinta ku pada mu…
Ayah, dengarkanlah…
Aq ingin memeluk mu, menangis di pelukan mu, dan sambil berbisik di telinga mu aq mengatakan bahwa:
“Aq bangga punya Ayah seperti mu”

Ayah, dengarkanlah…
Boleh kah aq protes pada Tuhan?
“Kenapa Dia terlalu cepat mengambil mu?”
Bila tak boleh, cukup aq meminta pada Tuhan:
“Pertemukan kembali aq dengan Ayah ku Tuhan…T_T”

Pesan seorang ateis bagi kita

Begitu banyak orang Kristen yang berpikir bahwa karena mereka mempercayai Allah yang benar, maka mereka secara otomatis menjadi benar dan punya tiket pasti untuk masuk ke dalam hidup yang kekal. Dan sepertinya ini merupakan alasan utama untuk menjadi orang percaya.

Ada "orang percaya" yang berkata, "Baiklah, karena tidak ada cara untuk memastikan apakah Allah itu ada atau tidak, sebaiknya percaya saja, karena kalau salah, tidak menjadi masalah dan jika ternyata benar, maka Anda mempunyai hidup yang kekal."

Kata ateis, Ricky Gervais, "Bukannya saya tidak percaya bahwa ajaran Yesus tidak akan menjadikan dunia ini lebih baik - jika ajarannya ditaati; tapi masalahnya adalah ajaran-ajarannya jarang sekali ditaati."

Gervais setuju dengan kata-kata Gandhi  - "Saya suka dengan Kristus Anda, saya tidak suka dengan orang-orang Kristen Anda."

Menurutnya lagi, "Yesus adalah seorang manusia. Pesannya selalu tentang pengampunan dan kebajikan. Nilai-nilai yang bagus, tapi saya sudah melihat nilai-nilai ini dibuang oleh banyak orang Kristen demi kepentingan pribadi mereka.

Mereka memilih-milih apa yang mau mereka terapkan dan tolak. "Saya sudah melihat begitu banyak kejahatan dan prasangka yang dilakukan atas nama Kekristenan (dan banyak agama lain sebenarnya) yang membuat saya tertanya-tanya apakah mereka tidak terlalu selektif dalam membaca dan menafsir-ulang doktrin-doktrin mereka.

Tentu saja, orang percaya akan membenarkan diri dan berkata bahwa Kekristenan itu bukan sekadar persoalan etika, tapi suatu hubungan dengan Allah yang memang melibatkan etika tapi jauh lebih luas dari itu.

Namun tetap saja, kita perlu ingat pada apa yang dikatakan oleh rasul Yakobus bahwa, iman tanpa perbuatan adalah mati. Jika di dunia ini, orang-orang Kristen sudah semakin dipandang sebagai tidak mengampuni, tidak toleran, legalistik dan tidak bermurah hati, maka tentunya kita telah gagal dalam menjadi pengikut Yesus yang ajaran pokoknya adalah tentang kasih dan pengampunan.

Tidak salah untuk kita mengakui bahwa ateis seperti Ricky Gervais maupun Gandhi sudah mengungkapkan suatu kebenaran yang tidak mau kita akui.

Orang-orang ateis seperti Gervaislah yang terus memperingatkan kita akan bagaimana Kekristenan itu seharusnya dan memperlihatkan pada kita sejauh mana orang-orang Kristen sudah menyimpang dari pesan inti yang diungkapkan oleh Yesus Kristus pada kita.

Dan ini bukan suatu hal yang baru. Di sepanjang sejarah, Allah seringkali memakai orang yang tidak percaya untuk menegur umatNya dan untuk membawa mereka kembali kepada tujuanNya.

(Tulisan Ricky Gervais berjudul Why I am a good Christian dapat dibaca di http://www.rickygervais.com/eastermessage.php.


Sumber: Cahaya Pengharapan Ministries www.cahayapengharapan.org

Selasa, 15 November 2011

Siapakah jodohku?

Jangan kau kira cinta datang dari keakraban yang lama dan pendekatan yang tekun.  Cinta adalah kecocokan jiwa dan jika itu tak pernah ada, cinta tak akan pernah tercipta dalam hitungan tahun bahkan abad. (Kahlil Gibran)

Sekitar 18 tahun yang lalu, ketika itu aku (masih) aktif di kegiatan pemuda/remaja gereja, aku punya kesempatan bagus untuk berteman dengan banyak pemuda dan pemudi dari beberapa gereja. Di antara beberapa pemudi yang aku kenal, tentu saja ada yang membuat 'dophamine' di otakku bekerja, dan aku melihat ada kesempatan untuk bisa 'dekat' dengan beberapa pemudi dari gereja-gereja yang berbeda.  Suatu kali aku bersama beberapa teman, berdiskusi suatu hal dengan seorang pendeta (entah siapa pendeta itu, sekarang-pun aku sudah lupa).  Dalam diskusi itu, aku sempat bertanya, "Bagaimana menurut Bapak, seandainya saya memiliki beberapa orang pacar, mereka tidak saling tahu, dan dari antara beberapa pacar itu, nanti saya memutuskan untuk memilih salah satu untuk menjadi istri?". Pendeta itu menjawab singkat, "Kamu dilahirkan bukan untuk itu."  Kemudian beliau menceritakan bagaimana kisah perjumpaannya dengan istrinya. Diawali dengan mimpi/penglihatan, dan kemudian mereka menikah.  Jawaban Pendeta itu, membuat aku mengambil keputusan "tidak" bagi 'cita-cita'ku memiliki beberapa pacar sekaligus.  Dan ditahun-tahun selanjutnya, aku memang tidak berpacaran dengan siapapun, kecuali sekali dengan perempuan yang sekarang menjadi istriku.  Memang di masa itu, aku punya beberapa teman dekat, bahkan ada yang sangat dekat, namun tak pernah berstatus "pacaran".

Setiap orang memiliki kisah 'cinta' masing-masing, tidak ada rumus "mencari jodoh" yang paling efektif. Ada orang yang 'enteng jodoh', ada yang sulit mencari pasangan hidup, bahkan ada yang seumur hidup tidak berjodoh dengan siapapun. Ada yang punya jodoh lebih dari satu, berpasangan dengan beberapa orang, atau berganti pasangan.  Hm.. setiap pasangan dianggap "jodoh", dan kalau ada ketidakcocokan di kemudian hari, dianggap "tidak berjodoh".  Sebenarnya perlu jelas dulu, ini tentang jodoh (Jawa=jodho) atau tentang suami/istri (Jawa=Bojo).  Bojo (suami/istri), tidak harus berjodoh, ada banyak sebab seseorang kemudian menjadi suami-istri.  Ada yang sukarela, ada yang dipaksa, ada yang terpaksa.  Pasangan suami-istri, yang kemudian bercerai, membuktikan bahwa mereka sebenarnya tidak berjodoh (atau hanya berjodoh sementara?), sebab, kalau memang berjodoh, tak ada alasan untuk bercerai, namanya sudah jodoh, pasti "klop".  Orang Jawa memiliki istilah "garwa" untuk suami/istri yang memang berjodoh.  Garwa itu ber-jarwadhosok "siGARaning jiWA" (belahan jiwa) atau ada yang menyebut "sigaraning nyawa" (belahan nyawa).  Di sini, aku menulis tentang jodoh (garwa), bukan sekedar suami/istri

Orang-orang yang percaya adanya Tuhan, banyak yang yakin bahwa LAHIR, JODOH dan MATI itu di tangan Tuhan.  Kata-kata singkat "jodoh di tangan Tuhan" menjadi kata penghiburan untuk 'menyerah' kepada 'nasib',  hendak berjodoh pada siapa.  Seperti halnya kelahiran dan kematian, tergantung nasib.  Kita tidak bisa meminta lahir dimana, dalam kondisi bagaiamana, tahu-tahu sudah lahir, kita juga tidak bisa menentukan akan mati kapan dan dengan cara bagaimana.  Benarkah? Pada banyak kasus, benar, tetapi selalu ada pengecualian.  Orang bunuh diri, itu menentukan sendiri jalan kematiannya. Bayi yang dipaksa dilahirkan tanggal 11-11-2011, padahal sebenarnya belum akan lahir, menjadi lahir karena dipaksa oleh orang tuanya. Apakah pemaksaan itu kehendak Tuhan, aku yakin "tidak".  Tuhan memberi kebebasan (free will), bagi manusia untuk menentukan beberapa jalan hidupnya.  Hidup adalah tentang PILIHAN dan KONSEKUENSI.

Demikian juga tentang jodoh, kita punya kebebasan untuk memilih satu orang dari sekian banyak orang yang kita temui, untuk menjadi "calon jodoh" kita.  Kebebasan itu termasuk kebebasan kita untuk menyerahkan pilihan itu kepada Tuhan, jika kita yakin bahwa Tuhan akan memilihkan seseorang untuk kita.  Tetapi, beranikah kita menyerahkan semuanya kepada Tuhan, dan membiarkan Tuhan berkehendak atas diri kita; membiarkan tangan Tuhan memilihkan seseorang untuk menjadi jodoh (garwa) kita?  Bukan hal yang mudah, menyerahkan semuanya kepada Tuhan.  Perlu kerelaan untuk mematikan keinginan/hasrat untuk "jatuh cinta" pada orang-orang yang tampak menarik, perlu kepekaan yang tinggi untuk mendengar suara Tuhan, ketika Tuhan sebenarnya sedang menunjukkan seseorang itulah jodoh kita.  Bukan mustahil, tetapi bukan hal yang mudah.  Paling gampang adalah ketika kita menemukan seseorang yang menarik hati, kemudian kita KLAIM bahwa itulah jodoh yang diberikan/dikehendaki Tuhan. (dan ketika kemudian terjadi perpisahan, apakah Tuhan sedang "mencla-mencle" (tidak konsisten) dengan kehendakNya? -- aku ingat seorang teman di persekutuan mahasiswa, yang suatu kali bersaksi bahwa pacarnya adalah "jodoh pilihan Tuhan", dan ketika kemudian mereka putus pacaran, aku bertanya ke dia, "Apakah Tuhan merubah pilihanNya?".  Teman ini-pun tersenyum kecut.)

Tidak perlu terlalu berani meng-KLAIM "ini dari Tuhan", kalau kita TIDAK TAHU, bahwa seseorang itu memang diberikan Tuhan untuk kita.  Bisa jadi, dan paling banyak terjadi, jatuh cinta pada seseorang hanyalah "ulah" dari dophamine di otak kita.  Dophamin adalah sebuah "neurotransmiter" di otak manusia yang memicu rasa nikmat.  Jika dophamine di otak kita bekerja, kita akan mampu membayangkan kenikmatan-kenikmatan.  Oleh karena itu, orang yang "jatuh cinta", sangat mudah membayangkan ini-itu, begini-begitu, membayangkan hal-hal yang indah.  Jika dophamine terlalu banyak, orang akan berhalusinasi.  (aku bukan ahli otak, juga bukan ahli syaraf, tentang dophamine ini hanya dari katanya..., hehehe)

Berkaitan dengan free will, kebebasan kita untuk "menentukan" jalan hidup kita, kita bisa saja MEMINTA Tuhan memberikan kepada kita jodoh yang sesuai dengan persyaratan yang kita inginkan.  Kita boleh ingin ini-itu, dan membawa keinginan itu  kepada Tuhan, melalui doa.  Dulu aku  menyampaikan keinginan , "Tuhan, aku tidak ingin menemukan jodoh di tempat wisata, atau di perjalanan, aku ingin menemukannya di gereja atau di tempat kerja." (Nampaknya doa itu dijawab Tuhan,  aku 'menemukan' istri di gereja).  Pun aku punya kriteria-kriteria tertentu untuk calon jodohku.  Satu kriteria yang mudah adalah "tidak memalukan jika diajak jalan-jalan, dan tidak mengkuatirkan jika ditinggal di rumah".  Kriteria-kriteria yang lain, tidak perlu aku sebutkan di sini, yang jelas aku sudah lama mempelajari tentang "katuranggan wanita", sehingga aku tahu, bagaimana ciri-ciri wanita yang baik.  [ Katuranggan berasal dari kata turangga, artinya kuda. Katuranggan adalah "ilmu" untuk mengenali ciri-ciri fisik kuda yang bagus.  Katuranggan wanita, kemudian dipakai sebagai istilah untuk menyebut "ilmu" untuk mengenali sifat-sifat seorang wanita dari ciri-ciri fisiknya. Dari ciri-ciri fisiknya, kita bisa menilai/menduga bahwa seorang wanita itu lembut atau keras kepala,  egois atau tidak,  akan memberikan anak-anak yang 'cakep' atau tidak, mendatangkan rejeki atau tidak, dan lain-lain.  Oh ya, juga yang cukup penting bagi pria, nikmat diajak bercinta atau tidak, hihihi...]

Jadi, menurutku, urusan jodoh, tidak semata-mata "berserah kepada Tuhan".  Jika kita memang orang yang  diperhatikan Tuhan, bisa saja Tuhan yang memang mengurusnya.  Tetapi ingat, kita itu hanya seorang manusia, diantara sekian milyar manusia di bumi.  Bumi hanyalah sebuah planet kecil diantara sekian planet di tatasurya "matahari".  Tatasurya 'matahari' ini, hanya satu di tepian galaksi Bima Sakti (Milky Way), di antara jutaan tata surya yang ada.  Bima Sakti hanyalah satu galaksi diantara milyaran galaksi.  Urusan Tuhan sangat kompleks, tidak hanya mengurus "jodoh" seorang "virus" di bumi.  Bukan mengecilkan kuasa Tuhan, karena Dia maha kuasa, tetapi perlu upaya ekstra, jika kita ingin diperhatikan oleh Tuhan, termasuk urusan jodoh ini.

Coba bayangkan, Ester adalah seorang gadis cantik, (Ester temanku, memang cantik,  entah gadis atau sudah bukan..., hehehe) ada banyak pemuda yang naksir dia. Semua pemuda yang naksir dia, berdoa kepada Tuhan, meminta kepadaNYA untuk memberikan Ester itu menjadi jodohnya, "Doa pemuda yang mana yang dijawab Tuhan?" Seandainya para pemuda itu tidak ada berdoa, apakah tidak akan ada yang menjadi suami Ester?.  Atau, misalnya ada seorang pemuda yang naksir Ester, berdoa kepada Tuhan agar Ester bisa "makin dekat", tetapi Ester pada dasarnya tidak suka kepada pemuda itu, dan Ester berdoa agar pemuda itu "makin jauh", doa siapa yang akan dijawab Tuhan, doa pemuda itu atau doa Ester? [tapi aku akan berdoa, supaya Ester menemukan jodohnya, dan jodohnya pasti bukan aku, karena aku sudah berjodoh dengan istriku, jauh sebelum aku kenal Ester.]

Kalau memang mau mendapat "jodoh dari Tuhan", ingat kata-kata "jodoh di tangan Tuhan", jadi temukan dulu Tuhan, temukan tanganNya di mana, dan temukan jodoh di tanganNya.  Konon, Yeshua pernah berkata, "Tetapi carilah dahulu Kerajaan Tuhan dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. - Matius  6:33 -.  Jika Yeshua "tidak membual", maka jika kita sudah menemukan "Kerajaan Tuhan", urusan jodoh itu bukan persoalan, karena pasti "akan ditambahkannya".  Aku punya banyak teman yang tidak kesulitan cari jodoh, bahkan ada yang tidak mencari-pun, menemukan. 

Aku sendiri, mungkin bukan yang termasuk mencari-cari, tetapi "tiba-tiba" menemukan.  Waktu itu aku habis jalan-jalan di malam tahun baru (ke  Solo, Tawangmangu, Candi Sukuh, Astana Giribangun, dan kemudian mandi/berenang di Pemandian Pengging - Boyolali), dengan seorang teman. Karena mengendarai mobil dari hampir jam 11 malam sampai siang hari berikutnya, aku sangat ngantuk, aku ajak temanku untuk mampir di gereja di Salatiga, istirahat, sekalian melihat acara tahun baru anak-anak Sekolah Minggu.  Aku melihat "dia" sedang berada di depan ruangan dihadapan anak-anak, dari belakang ruangan beberapa meter dari "dia" berdiri. Aku berbisik ke temanku, "aku naksir dia".  Saat itu aku sama sekali belum mengenalnya, bahkan nama lengkapnya-pun aku belum tahu. Aku berdoa kepada Tuhan, "Jika Tuhan menghendakiku berjodoh dengannya, tolong berikan jalan untuk mengenalnya, dan bisa dekat dengannya".  Singkat cerita, kami kenal, pacaran, tunangan, kemudian menikah dan kemudian punya anak-anak.  

Tentang mengapa aku "tiba-tiba" naksir dia, itu tidak bisa dijelaskan secara singkat.  Saat itu aku punya banyak teman perempuan, beberapa diantara teman juga cantik, tetapi tidak ada yang benar-benar membuat "jatuh cinta". Memang, beberapa bulan sebelum 'perjumpaan itu',  aku pernah tertarik pada seorang teman yang cantik, tetapi setelah beberapa kali  aku dolan ke rumahnya, ada satu hal yang membuatku mundur dari perjuangan "to win her heart", rasanya tidak cocok lah... , sekalipun ketika aku tanya, "Apakah ada kesempatan buatku?", dia jawab, "Ada tetapi kecil".

Selain belajar tentang katuranggan wanita, aku juga baca buku-buku tentang cinta, tentang pacaran, tentang pria dan wanita, tentang "mars and venus".  Dari yang aku baca (pelajari), aku bisa 'agak tenang' ketika 'jatuh cinta', walau waktu itu aku belum tahu tentang kerja dophamine di otak.  Dan yang aku sarankan ke beberapa temanku adalah "baca buku", bahkan ada bukuku yang aku berikan ke teman, ketika teman itu sedang 'jatuh cinta'. Sudah banyak orang yang berpengalaman jatuh cinta, dan kita bisa belajar darinya, bagaimana mengelola 'rasa' dan 'sikap' ketika cinta itu  hadir di hati.   Prinsipnya, manusia bukan hanya terombang-ambing oleh NALURI, namun perlu pakai otak untuk mengendalikan  diri.  Manusia bukan binatang yang hanya mengandalkan insting untuk  bercinta. 

Dinamika 'jatuh cinta': seks intercourse sebelum nikah.
Secara naluri, pria akan memberikan 'cinta' untuk mendapatkan seks dan perempuan akan memberikan seks untuk mendapatkan cinta.  Kalau hanya menuruti naluri,  cinta dan seks akan jadi paket komplit dalam relasi pria-wanita.  Beberapa perempuan (belum menikah) yang aku kenal, secara jujur mengatakan bahwa sudah tidak gadis lagi.  Sudah melakukan hubungan seksual dengan pacarnya, atau dengan mantan pacarnya.  Beberapa malah ganti-ganti pasangan.  Demikian juga beberapa teman pria, sudah tidak perjaka lagi.  Bagi sebagian teman, seks dianggap hal yang biasa, ketika keinginan timbul, kesempatan ada, jalani saja dengan tanpa memperhitungkan risiki atas pilihan itu.

Bagi perempuan, risiko yang sering kali ditanggung adalah, ketika pasangan seks itu kemudian meninggalkannya, tidak lagi menjadi pacar atau calon suami. Rasa bersalah, penyesalan, dan kadang "putus asa" akan menghantuinya.  Risiko yang lain adalah kehamilan yang belum dikehendaki.  Aku punya beberapa teman yang terpaksa terlalu cepat menikah karena hamil duluan.  Memang ada beragam penyelesaian ketika kehamilan terjadi, paling banyak adalah menikahkan "pasangan" itu, tetapi juga ada yang mengambil jalan, menanggung kehamilan, kelahiran anak dan perawatan anak, tanpa pria pasangannya.  Bahkan ada teman yang ketika kehamilan terjadi, tidak yakin teman pria yang mana yang menyebabkan hamil, dan kemudian dipilihlah seorang pria untuk "bertanggung jawab" menjadi suaminya.

Tidak dapat dipungkiri, bahwa yang diinginkan pria dalam sebuah hubungan khusus dengan lawan jenis, adalah seks. Itu sudah menjadi naluri pria.  Bahkan aku pernah membaca buku, seorang pria mungkin saja akan bosan pada seks dengan perempuan yang sama, tetapi akan bergairah lagi, jika dihadapkan pada perempuan yang berbeda. Itu naluri pria.  Perempuan lebih cenderung mementingkan kebersamaan, kasih sayang, perlindungan atau singkatnya "cinta" daripada seks, dan untuk mendapatkan itu, perempuan akan rela memberikan seks kepada pasangannya.  Tetapi ingat lagi, kita hidup bukan hanya karena NALURI.  Kita hidup dalam masyarakat yang berbudaya, termasuk budaya "agama" yang memberi rambu-rambu bagaimana sebaiknya relasi antar manusia (khususnya lawan jenis) dijalin.

Aku tidak akan menuliskan, ayat-ayat yang dapat menjadi rujukan agar kita lebih hati-hati dalam menjalin relasi dengan lawan jenis.  Begitu banyak ayat, sehingga kita bisa mencari pembenaran atas apa yang kita lakukan atau tidak lakukan.  Namun yang penting bukan pembenaran atas apa yang kita lakukan atau tidak lakukan, melainkan kesadaran bahwa setiap pilihan yang kita ambil memiliki konsekuensi, dan perlu tambahan kesadaran, apakah konsekuensi yang akan timbul, itu mengenakkan atau tidak mengenakkan, apakah kita tanggung dengan ringan, atau berat.  Saranku singkat, tidak perlu melakukan hubungan seks sebelum menikah, tetapi kalau sudah menikah, jangan sungkan melakukannya dengan pasangan, agar cinta tetap bergelora.  Bagi yang sudah terlanjur melakukan sebelum nikah, ya..., tanggung saja konsekuensi yang akan muncul.  Bukan soal dosa/tidak dosa, sebab dosa bisa diampuni, kesalahan bisa dimaafkan,  tetapi bahwa sebuah pilihan pasti membawa konsekuensi, dan kadang pilihan sesaat, memberi konsekuensi sepanjang waktu. Tidak ada yang kebetulan di dunia ini, yang ada adalah sebab-akibat (ada orang yang menyebutnya karma, ada yang menyebutnya "barangsiapa menabur akan menuai").

Jadi, bagaimana sebaiknya?
Pasangan seks, tidak selalu pasangan yang berjodoh, jadi tidak perlu tergesa-gesa menyangka bahwa orang yang pernah menjalin hubungan khusus dengan kita, adalah jodoh kita.  Contoh, seks dengan pelacur, tentu tidak akan mengaku sedang melakukannya "dengan jodohnya". Suami-istri yang bertahun-tahun mengarungi bahtera rumah tangga, bisa bercerai karena berbagai persoalan dan pilihan hidup, padahal dulu ketika awal menikah, sudah yakin bahwa "ini jodohku".  Atau sebenarnya hanya "ini jodoh sementara-ku"?  Tentu akan panjang lebar jika kita bahas tentang perceraian, tetapi paling tidak, istilah "ini jodohku" itu baru akan valid, kalau sudah menikah.  Jika baru pacaran, apalagi baru "pdkt", sangat prematur menyebutkan "inilah jodohku", kecuali kita tahu persis memang Tuhan yang menunjukkannya.

Sekarang tergantung dari pilihan kita masing-masing, mau mencari jodoh, atau mencari pasangan seks? Mau mencari pacar atau mencari suami/istri?  Pacaran adalah tahap yang perlu dilalui sebelum masuk jenjang pernikahan, karenanya pacaran hanya dibutuhkan ketika bermaksud melanjutkannya ke pernikahan.  Jika tak berencana menikah, tak perlu pacaran, karenanya, berpacaranlah ketika sudah ada keinginan menikah.  Soal lama waktu pacaran, masing-masing pasangan bisa menentukannya sendiri, tetapi kalau pacaran tidak dimaksudkan untuk bermuara ke pernikahan, itu hal yang sia-sia, memakan banyak energi.  Tetapi jika hendak dilakukan, ya boleh-boleh saja, tidak ada larangan.

Kalau memang mau mencari jodoh (suami/istri), tentu kita boleh mengajukan beberapa persyaratan bagi calon istri/suami kita.  Tentu syarat yang realistis, diukur dengan kondisi/keadaan kita sendiri.  Kita masing-masing punya pertimbangan sendiri, mau memilih calon istri/suami yang seperti apa, yang bagaimana.  Orang lain boleh saja tidak setuju dengan pilihan kita, namun kita punya alasan tersendiri mengapa memilih "dia".  [ If you press me to say why I loved him, I can say no more than because he was he, and I was I.  (Michel de Montaigne), modified --> If you press me to say why I loved her, I can say no more than because she was she, and I was I ].

Orang-orang dekat, memang bisa saja memberi intervensi, dukungan atau pencegahan, tetapi yang paling penting adalah yang akan menjalani kehidupan bersama itu.  Namun, ingat lagi, kita hidup dalam masyarakat yang berbudaya, dengan bermacam-macam norma, dan norma masyarakat itu yang kadang membatasi pilihan kita.  Contoh, aku sudah punya istri, sudah punya anak, betapapun aku tertarik pada kecantikan seorang gadis muda, tidak akan aku memilih "meninggalkan istri demi ketertarikan pada kecantikan gadis muda itu".  Demikian juga jika ada perempuan yang "tertarik" kepadaku, seorang pria beristri,  norma membatasinya.  Ketertarikan dalam hati, boleh-boleh saja, tapi tidak perlu dilanjutkan dalam tindakan-tindakan yang melanggar norma yang ada.  Toh, ketertarikan itu sebagian besar hanya karena "ulah" dophamine di otak kita.

Oh ya, satu lagi, masih ada yang percaya pada 'nasib' dan takdir. Aku belajar primbon Jawa, hitung-hitungan tentang pernikahan, ada orang yang memang cocok jadi pasangan, ada yang tidak cocok. Ada pasangan yang jika menikah, salah satunya akan cepat mati.  Ada pasangan yang menikah, akan sakit-sakitan dan jatuh miskin, dan sebagainya.  Jika kita tahu perhitungan-perhitungan hari lahir, tanggal lahir, waktu dilangsungkan pernikahan dan lain-lain, bisa jadi perlu juga dipertimbangkan.  Tetapi memilih mengabaikan "petunjuk" seperti itu, juga boleh. Sama halnya ketika menikah tidak mendapat restu orang tua, juga boleh khan?  Prinsipnya,  setiap kita BEBAS MEMILIH, dengan konsekuensi masing-masing.  Bukankah hidup hanya soal PILIHAN dan KONSEKUENSI?

[Aku tidak mau membahas soal pelet (pengasihan) dan sebangsanya, walau aku sedikit tahu apa itu ajian Semar Mesem dan Jaran Goyang, hihihihi...]

(tulisan ini aku dedikasikan untuk seorang teman, yang sedang "bingung" cari jodoh, semoga tidak makin bingung, tetapi kalaupun makin bingung, handphone dan Yahoo Messenger-ku selalu tersedia untuknya, mungkin kita bisa berdiskusi beberapa hal.)

Salatiga, 15 November 2011
RT Wijayantodipuro

Senin, 14 November 2011

SEPERTI ESTER

SEPERTI ESTER
Lirik

Seperti ester yang memikat hati Raja
Daud menjadi Raja kesayangan Tuhan
Salomo yang menguasai dunia
Kami ambil destiny kami

Suatu hari Tuhan telah menetapkan
Dia tlah memilih orang kesayanganNya
Dari orang yang tidak di perhitungkan
Tuhan angkat jadi penguasa

Reff:
Jadikan kami milik kesayanganMu
Dalam gelora pelukan cintaMu..
Yang ku ingini.sepenuh hati... Engkau saja...

Biar kairosMu... Kami cepat menyambar...
Kami berkata... Kami Μau ya Tuhan...
Biar Roh kami menyala-nyala...
Sampai kemuliaanMu nyata...

Senin, 07 November 2011

Logo Resmi SEA Games 26th 2011 Jakarta - Palembang

Official Song Sea Games 26th 2011 Jakarta - Palembang

Kita Bisa - Yovie And His Friends
(Wa e wa e o)
(Official Song Sea Games 26th 2011 Jakarta - Palembang)

wae wa e o, wae wa e o, wae wa e o, wae wa e o
wae wa e o, wae wa e o, wae wa e o, wae wa e o
aku di sini kau di sana, tak menghalangi jiwa kita
dalam hangatnya sang mentari satukan jiwa dan hati
berpegang tangan dalam mimpi yang sama
dan tunjukkan kepada dunia

kita bisa, kita pasti bisa
kita akan raih bintang-bintang
kita bisa jadi yang terdepan
bersatu bersama dalam satu irama
terbang meraih kejayaan, kita bisa!

wae wa e o, wae wa e o, wae wa e o, wae wa e o

menang kalah bukan masalah
persahabatanlah yang terhebat
senyuman hangat takkan terlupakan
dan tunjukkan kepada dunia

kita bisa, kita pasti bisa
kita akan raih bintang-bintang
kita bisa jadi yang terdepan
bersatu bersama dalam satu irama
terbang meraih kejayaan, kita bisa!

kita bisa, kita pasti bisa
kita akan raih bintang-bintang
kita bisa jadi yang terdepan

kita bisa, kita pasti bisa
kita akan raih bintang-bintang
kita bisa jadi yang terdepan
bersatu bersama dalam satu irama
terbang meraih kejayaan, kita bisa!

kita pasti bisa, kita akan raih bintang-bintang
kita bisa jadi yang terdepan
bersatu bersama dalam satu irama
terbang meraih kejayaan, kita bisa!

kita pasti bisa, kita akan raih bintang-bintang
kita bisa jadi yang terdepan
bersatu bersama dalam satu irama
terbang meraih kejayaan, kita bisa!

wae wa e o, wae wa e o

Link Download MP3
http://www.4shared.com/audio/fkx6k_8M/Kita_Bisa_-_Yovie_And_His_Frie.html

Jumat, 04 November 2011

Seni Memaksimalkan Daya Tarik

Memiliki kepribadian yang menarik pasti diidamkan setiap insan. Saya, Anda, maupun siapa saja. Kehadiran pribadi yang menarik selalu dinanti-nantikan banyak orang. Ketiadaannya dirindukan.

Pertanyaannya, kualitas istimewa APA yang ada pada manusia, yang bisa membuat orang lain kagum dan terpesona? Dan... ANDA-kah orangnya?

Sebagian orang mungkin berpikir hanya orang-orang yang cantik, ganteng secara fisik, pintar, atau bahkan kaya yang memiliki daya tarik? Sebenarnya tidak demikian!

Setiap orang berpotensi untuk menjadi seorang insan yang memiliki daya tarik tinggi, menjadi sosok yang dielu dan diharapkan. Termasuk kita sendiri!
Pesona Kita bisa ditumbuhkan dan diciptakan dengan energi positif yang Kita miliki.

Bagaimana memunculkan aura positif Kita agar membuat ketertarikan bagi yang lainnya?

Berikut adalah 7 Seni Memaksimalkan  Daya Tarik:

*Teruslah Berbuat Baik Tanpa Pernah Menghitungnya

Lakukan kebaikan layaknya menulis di atas pasir dan pahatlah di batu untuk setiap kesalahan yang Anda lakukan.

Artinya, lupakan setiap kebaikan Kita kepada orang lain, tak perlu menghitung! :-)

Sikap seperti ini akan melatih keikhlasan, dan pada saat terbiasa, Kita akan merasakan arti puas yang sejati.

*Merendahlah Agar Kita Menjadi Tinggi

Orang yang merendah justru banyak disenangi orang lain. Lain halnya dengan orang yang sombong, kerendahan hati merupakan perwujudan dari toleransi dan memiliki nilai yang tinggi.

Kerendahan hati dan kedamaian saling bertautan. Percayalah pada diri sendiri, dan singkirkan keinginan untuk selalu ingin membuktikan pada orang lain.

*Jagalah Kemurnian

Tampil 'apa adanya'. Jadilah diri sendiri. Untuk memiliki daya tarik kita tidak perlu menjadi orang lain.

Menjadi diri sendiri jauh lebih bernilai ketimbang kita selalu ingin tampil 'seperti orang lain'.

*Jadilah Orang Yang Penuh Minat

Apa yang Kita katakan pada diri sendiri tentang kehidupan, dan diri Kita sendiri, dari hari ke hari, bisa memberikan efek yang luar biasa.

Sepanjang waktu, lihatlah diri Kita sendiri  sebagai pribadi yang menarik. Pertahankan perasaaan itu sejelas mungkin dalam pikiran.

Dengan sendirinya, 'alam' akan menarik segala hal yang penting untuk menyempurnakan perasaan dan pandangan Kita itu.

Jadilah orang yang selalu ceria, penuh harapan, dan buat dunia ini terpikat pada Kita!

*Wajah Ceria

Tertawa itu sehat. Buat wajah Kita selalu ceria.

Saat kita tersenyum, otak akan bereaksi dan memproduksi endorphin (zat alami yang memindahkan rasa sakit). Selain itu, senyuman akan membuat Kita bisa rileks. Senyuman juga akan menebarkan kegembiraan pada orang lain.

Tekankan dalam pikiran, saat Kita bersama orang lain, bahwa senyuman dapat memperpendek 'jarak' antar orang lain.

*Antusias dan Hasrat

Dua hal ini merupakan ibu yang melahirkan sukses. Antusias dan hasrat dapat mendatangkan uang, kekuatan dan pengaruh. Hal besar tak akan dapat dicapai tanpa antusias.

Yakin selalu pada apa yang Kita kerjakan. Kerjakan tiap pekerjaan Kita dengan penuh cinta. Masukan antusias dalam pribadi Kita, maka ia akan menciptakan hal yang luar biasa buat Kita.

*Tata Krama

Tingkah laku, kesopanan dan kebaikan bisa membuat orang lain percaya pada kita. Tata krama yang baik akan membuat orang lain merasa nyaman dengan kita.

Tata karma merupakan sumber kesenangan, memberikan rasa aman, dan ini dilakukan dengan menunjukan penghormatan pada orang lain.

Bersikap sopanlah pada setiap orang yang Kita kenal, tidak peduli status dan kedudukan mereka. Perlakukanlah setiap orang dengan tata krama.

Oleh: Anne Ahira

Inilah Makanan Super Yang Bikin Langsing

Tubuh ramping dan sehat bisa didapat tanpa diet ketat. Selain olahraga, makan makanan super yang membantu metabolisme tubuh lebih baik. Makanan sederhana yang mudah didapat ini akan memberi rasa kenyang dan tubuh sehat.

Ada beragam cara yang dilakukan untuk menjaga berat tetap ideal. Selain perawatan tubuh dan olahraga, ada sejumlah makanan super yang bisa membantu metabolisme tubuh. Makanan ini memberi rasa kenyang lebih lama dan nutrisinya menjaga tubuh tetap ramping.

Kacang hitam
Kacang jenis ini kaya akan protein, serat, dan sejumlah nutrisi penting lainnya serta tidak mengandung lemak. Warnanya yang pekat menunjukkan bahwa kacang jenis ini kaya akan flavonoid, yang baik untuk menghancurkan lemak pada perut. Protein yang terdapat pada jenis kacang ini sama dengan daging merah.

Gandum
Gandum utuh kaya akan serat yang bisa membuat tubuh merasa kenyang sepanjang hari. Kandungan karbohidrat pada gandum juga bisa meningkatkan metabolisme dan membakar lemak serta memelihara saluran pencernaan.

Alpukat
Buah yang satu ini mengandung asam oleat, suatu senyawa lemak tak jenuh tunggal (MUFAs)yang baik buat tubuh. Selain itu serat dan protein pada alpukat juga bisa memelihara perut tetap kenyang sepanjang hari dan menghindari untuk makan berlebih.

Salmon
Kandungan protein pada salmon memberi rasa kenyang lebih lama tanpa menambah lemak dalam tubuh. Sebuah studi di tahun 2001 menyatakan, mereka yang diet kaya MUFAs atau lemak tak jenuh tunggal seperti salmon bisa menurunkan berat badan sebanyak 9 kg dibanding mereka yang diet rendah lemak.

Brokoli
Makan brokoli yang dimasak atau mentah memiliki nutrisi yang baik untuk mencegah terjadinya kanker. Serat pada brokoli juga baik untuk memelihara berat badan tetap ideal dan memelihara kekuatan tulang.

Pir
Buah yang satu ini mengandung serat pektin yang berfungsi menurunkan kadar gula darah. Bisa dijadikan camilan sehat yang memberikan rasa kenyang. Otomatis keinginan ngemil akan berkurang. Wanita yang makan 3 buah pir secara teratur memiliki kalori dan penambahan berat badan lebih sedikit dibanding mereka yang tidak.

Almond
Banyak yang beranggapan, makan kacang bikin gemuk. Namun, riset menemukan bahwa orang yang makan kacang ini mengalami penurunan berat badan lebih pada yang tidak.

(Sumber: Detik.com)

Rabu, 02 November 2011

Tips Pacaran Bagi Orang Kristen

Tips Pacaran Bagi Orang Kristen
1.. Belajarlah untuk mengutamakan Tuhan dalam hidup Anda! Persiapkan diri Anda untuk sebuah pernikahan Kristen! Bacalah Alkitab Anda, berjemaatlah di gereja dimana Anda bertumbuh. Pelajarilah hikmat Tuhan untuk pernikahan, suami-suami dan istri-istri. Alkitab telah memberikan kita satu perintah yang sangat penting untuk bidang ini, yaitu “menjadi pasangan yang seimbang (2 Korintus 6 :14). Pelajarilah ayat ini dan cobalah untuk dapat mengerti arti sebenarnya!

2.. Kenali diri Anda! Ambillah waktu untuk membuat perubahan apapun yang Anda butuhkan untuk dapat menjadi pasangan yang baik bagi seseorang. Anda TIDAK dapat menjadi bahagia dalam pernikahan MANAPUN tanpa bahagia terlebih dahulu dengan diri Anda sendiri!

3.. Mengetahui apa yang Anda butuhkan! Anda harus mengetahui kebutuhan-kebutuhan Anda, dengan demikian Anda dapat mengkomunikasikannya dengan pasangan Anda di masa depan. Ini adalah hal yang tidak dapat Anda kompromikan! Tanyakan juga kepada pasangan Anda apa yang dia butuhkan. Kemudian carilah tahu apakah Anda berdua dapat saling memenuhi kebutuhan satu sama lain. Kami bahkan tidak dapat cukup meyakinkan Anda bahwa hal ini sangatlah penting!

4.. Belajarlah untuk peka terhadap tanda-tanda peringatan yang Anda rasakan ketika Anda sedang pacaran dengan seseorang! Menyadari bahwa seseorang yang sedang menjalin hubungan dengan Anda bukanlah “seseorang yang special” adalah separuh dari perjuangan Anda. Anda bisa saja berusaha agar hubungan itu dapat berjalan dengan baik seumur hidup Anda, yang kemudian pada akhirnya, tidak akan pernah berhasil! Semua orang mempunyai kualitas yang baik dan buruk. Hanya karena Anda tidak cocok dengan seseorang, bukan berarti bahwa orang itu tidak akan menjadi pasangan yang baik bagi orang lain! Apabila memang tidak “cocok”, hormati diri Anda dan pasangan Anda dengan mengakhiri hubungan Anda. Anda berdua layak untuk memiliki hidup yang berbahagia.

5.. Jangan hidup dalam ketakutan dengan kemungkinan bahwa Anda akan tetep sendiri seumur hidup Anda. Ketakutan akan menumbuhkan kegilaan ketika Anda sedang menjalin hubungan! Kebutuhan Anda menjadi tidak berarti sama sekali bagi diri Anda! Anda bahkan dapat membuat keputusan-keputusan bodoh ketika ketakutan ini mengambil alih diri Anda. Isilah kehidupan Anda dengan hal-hal yang dapat membuat Anda merasa gembira. Serahkan semuanya kepada Tuhan dan TINGGALKAN itu di sana!

6.. Minum-minum yang berlebihan (alkoholik, pesta minuman keras di akhir pekan, dll), orang yang bertindak dengan kekerasan dan sejenisnya, adalah orang-orang yang “TIDAK MAMPU” untuk sebuah hubungan dengan komitmen. Orang-orang ini membutuhkan pertolongan dan “penyakit-penyakit” mereka membuat mereka untuk saat itu, tidak mampu membangun suatu hubungan yang sehat. Tentu saja Allah tidak berkenan bahwa ada sesuatu yang kita ’sembah’ selain Dia. Allah harus selalu menjadi yang pertama. “Hubungan” sejenis ini terbukti hanya akan terus menyakiti Anda berulang-ulang kali. Doronglah mereka selalu, sesering mungkin, untuk mencari pertolongan yang mereka butuhkan, sehingga satu hari nanti mereka akan dapat mengalami hidup yang telah Allah rencanakan bagi mereka.

7.. Carilah seorang konselor Kristen dengan reputasi yang baik, bila memungkinkan, untuk membantu Anda dalam membuat keputusan yang benar. Pernikahan adalah KOMITMEN untuk SEUMUR HIDUP. Anda bertanggung jawab terhadap diri Anda sendiri untuk membuat keputusan terbaik yang bisa Anda buat. Menemukan pasangan yang tepat dan membuat komitmen untuk seumur hidup dengan orang tersebut adalah sebuah anugerah yang luar biasa dari Tuhan

Bagaimana Saya Mengetahuinya?

Pertanyaaan yang ditanyakan oleh semua orang, inilah pendapat kami!
1.. Apakah Anda merasakan DAMAI..DAMAI..DAMAI..Damai di hati Anda? Apabila sama sekali tidak ada perasaan itu di dalam diri Anda maka Anda tahu bahwa ada sesuatu yang tidak beres! “Tapi mungkin segala sesuatunya akan berubah”, jawab Anda. Apakah Anda sedang membuat alasan-alasan untuk seseorang, bahkan ketika Anda tidak setuju, atau itu memukul pusat dari diri Anda yang sebenarnya? Apabila Anda harus membuat alasan, bahkan hanya satu alasan, maka Anda benar-benar harus mengawasi dengan benar arah yang sedang Anda tuju. Ini adalah masalah besar, sobat!

2.. Apakah Anda bertengkar/berbaikan lagi.. bertengkar/berbaikan lagi? Ini bukanlah tanda bahwa kalian berdua dapat berpasangan dengan cukup baik. Tuhan tidak pernah memaksudkan pernikahan sebagai medan peperangan dari keinginan-keinginan kita. Apabila ini terjadi ketika Anda sedang berpacaran, yakinlah bahwa hal ini akan terus berlanjut ketika Anda telah menikah. Hal ini tentu saja tidak sesuai dengan prinsip pernikahan yang kita ketahui. Kembali lagi kepada kebutuhan-kebutuhan. Kebutuhan seseorang sedang diabaikan, kadang-kadang, kebutuhan ini tidak dapat dipenuhi. Adalah
sangat penting untuk dapat mengetahui apakah pasangan Anda di masa depan dapat memenuhi kebutuhan Anda atau tidak dan sebaliknya. Mengetahui perbedaan yang ada di antara Anda akan dapat menghindarkan Anda dari sakit hati di masa yang akan datang.

3.. Kami beranggapan bila Anda membaca artikel ini maka Anda adalah seorang Kristen atau berniat untuk menjadi kristen, oleh karena itu, seks.. seharusnya tidak pernah menjadi bagian dalam pacaran!! Apa yang kami maksud adalah sebagai berikut. Apabila salah satu dari pasangan itu merasa ditekan oleh seks, maka itu bukanlah hubungan/pernikahan Kristen yang sedang dijalin. Anda dapat yakin bahwa hubungan ini tidak berdasarkan prinsip-prinsip yang Tuhan kehendaki. Anda harus kembali lagi untuk mengetahui apa yang Anda butuhkan. Apabila Anda menginginkan dan membutuhkan pernikahan Kristen, maka ini akan memberitahukan kepada Anda kemana arah yang sedang Anda tuju! Tidak ada alasan apapun untuk yang satu ini! Tuhan memaksudkan bahwa hubungan seks hanya untuk suami dan istri di dalam sebuah pernikahan kudus!

Ingatlah ini:
Sangatlah mudah untuk menemukan “pasangan yang salah”. Dibutuhkan mengetahui siapa diri Anda sebenarnya, doa yang setia dan kesabaran untuk menemukan yang tepat! Isilah hidup Anda dengan hal-hal yang Anda sukai, bacalah Alkitab maka Anda akan mampu untuk dapat mengikuti kehendak Tuhan di dalam hidup Anda.
Tuhan ingin supaya ANDA memiliki hidup luar biasa seumur hidup Anda dengan pasangan yang istimewa,… demikian juga kami!
Tuhan Memberkati!

3. Cinta Sejati..! Penuh Kedamaian, Lemah Lembut dan Baik Hati! Cinta yang sejati menenangkan hati kita dari kekacauan, membuat hati kita merasa lebih santai dan bahagia serta memberikan kehangatan dan
kedamaian bagi jiwa kita.

Rendah Hati
Cinta sejati adalah cinta yang rendah hati. Orang yang rendah hati akan menjadi pasangan yang terbaik. Kerendahan hati diri mereka akan menjadi dasar dari kemampuan mereka untuk mencintai.

Jujur dan Penuh kebenaran!
Cinta sejati selalu ingin untuk menjadi jujur setiap waktu! Ini adalah satu-satunya cara agar cinta sejati dapat bertahan. Kejujuran akan membangun kepercayaan. Kepercayaan adalah tulang punggung dari sebuah pernikahan yang baik! Tanpa kepercayaan maka Anda tidak dapat membuat diri Anda menjadi diri Anda yang sebenarnya. Apabila kepercayaan gagal, maka semuanya akan berakhir.

Tidak Mementingkan Diri Sendiri
Cinta sejati adalah seorang “pemberi”. Masing-masing dari pasangan itu menyadari kebutuhan satu sama lain, dan ingin memberi kepada satu sama lain. Pasangan yang tidak mementingkan diri sendiri tahu bahwa mereka harus mencintai satu sama lain seperti Kristus mengasihi gereja-Nya, dengan sikap seorang hamba.

Abadi
Cinta sejati mengikatkan diri mereka yang satu kepada yang lain untuk seumur hidup! Inilah apa yang Tuhan maksudkan untuk sebuah pernikahan. Tidak ada satupun alasan yang cukup kuat untuk mengkhianati “cinta” yang Tuhan sedang berikan bagi Anda. Kesetiaan adalah satu-satunya cara untuk menguatkan kepercayaan yang dibutuhkan untuk membangun sebuah pernikahan dari tahun ke tahun!

Memberikan Pengharapan!
Cinta sejati selalu menginginkan apa yang terbaik bagi orang lain. Kecemburuan ataupun iri hati tidak pernah masuk ke dalamnya karena cinta sejati hanya peduli untuk melihat yang lain menjadi yang terbaik dari apa yang mereka bisa!
Sabar
Cinta sejati tidak pernah terburu-buru, selalu mengambil waktu untuk melihat melalui setiap situasi. Cinta sejati menunggu satu sama lain, tidak peduli apapun yang terjadi, untuk apapun, dan … kapanpun.

1.. Cinta Sejati Bukanlah!
Apa yang “DUNIA” ingin Anda percayai tentang apa sebenarnya CINTA itu!

SEKS!
Cinta sejati tidak didasarkan pada cinta secara seksual. Banyak orang yang mencampuradukan CINTA dengan seks, dan ini adalah kondisi yang sangat menyedihkan. Mereka yang terikat dengan seks pranikah tidak akan mampu untuk membangun “cinta sejati” ketika emosi mereka telah terikat dengan cinta seksual. Seks adalah anugerah dari Tuhan yang disediakan secara khusus hanya untuk pernikahan! Sebaliknya, mereka yang ingin menikah hanya untuk memenuhi kebutuhan seks, mereka akan selalu dikecewakan! Banyak pasangan yang telah menikah dan sudah memiliki anak, menemukan bahwa mereka hanya memiliki waktu yang sangat sedikit untuk keintiman, terutama dalam masa awal-awal pertumbuhan anak mereka.

Apabila hubungan Anda didasarkan pada seks sebelum dan/atau sesudah menikah, Anda dapat yakin bahwa masalah-masalah akan bermunculan! Cinta sejati yang dikombinasikan dengan cinta seksual antara dua orang yang telah menikah adalah anugerah yang indah dari Tuhan, penting untuk kesatuan dari hubungan itu, tapi BUKAN tujuan akhir dari “kehidupan pernikahan!” Apabila Anda menyimpan sesuatu dari artikel ini ke dalam hati Anda, maka adalah harapan kami yang paling tulus bahwa Anda mendengar pesan kami. Pernikahan lebih dari sekedar “SEKS”! Membuat hal ini sebagai prioritas Anda atau mendasarkan pernikahan Anda akan SELALU membawa Anda kepada kekecewaan. Jagalah agar seks tetap ada dalam perspektif yang Tuhan inginkan! Bila tidak, maka Anda akan mendapati diri Anda tidak pernah merasa puas.. dan hasilnya sangat merusak!

Apa Yang Anda Lihat!
Cinta sejati TIDAK ditemukan dari apa yang terlihat dari luar! Anda pernah mendengar cerita lama… “Anda tidak dapat menilai buku yang bagus dengan melihat sampulnya!” Menikahi seseorang karena mereka tampan/cantik dan itu sesuai dengan Anda, tidak akan memberikan Anda kebahagiaan! Cinta sejati melihat seseorang dari dalam, dimana terdapat “kecantikan sejati”, jangan membuat kesalahan untuk yang satu ini! Orang-orang yang “kelihatan” biasa-biasa saja dari luar akan menjadi lebih dari biasa-biasa saat Anda mengetahui siapa sebenarnya diri mereka yang ada di dalamnya. Ada banyak, banyak lajang yang akan menjadi pasangan yang luar biasa, tetapi diremehkan hanya karena mereka tidak dapat menjadi cover dari majalah kesukaan Anda. Dengan berfokus hanya pada apa yang nampak di luar akan membawa kita kepada kekecewaan! Intinya disini adalah bahwa cinta yang sejati terletak jauh di dalam hati, TIDAK PERNAH di luar! Kita harus mengubah pandangan mata kita jauh ke dalam ketika kita sedang mencari pasangan untuk seumur hidup. Apa yang tidak Anda lihat.. adalah apa yang akan Anda dapatkan!

Menyelamatkan!
Cinta sejati TIDAK menghancurkan hidup Anda hanya karena seseorang memiliki masalah. Semua orang bertanggungjawab atas hidup, tindakan, dan keputusan-keputusan mereka sendiri. Apabila keputusan seseorang membuat Anda “gila” atau Anda mencoba untuk mengendalikan kelakuan mereka, Anda cenderung untuk menyakiti diri mereka dan juga diri Anda sendiri. Cinta sejati hanya ada pada orang yang dapat mengurus diri mereka sendiri. Apakah Anda meletakkan hidup dan kebahagiaan Anda dalam keadaan yang berbahaya hanya karena kelakuan buruk orang lain? Apabila Anda mempertimbangkan hendak menikah dan saat ini Anda sendiri sedang tidak bahagia, mengendalikan, atau sedang berusaha menyingkirkan kelakuan buruk seseorang, maka Anda akan membawa diri Anda ke dalam dunia yang
penuh dengan penderitaan! Ini bukanlah CINTA jika Anda berusaha “menyelamatkan” seseorang dari keputusan mereka sendiri!! Semua orang harus menerima konsekuensi dari tindakan-tindakan mereka sendiri! Anda tidak dapat ‘menyelamatkan’ seseorang dari diri mereka sendiri.

Mementingkan Diri Sendiri!
Cinta sejati TIDAK mementingkan diri sendiri! Orang yang mementingkan diri sendiri akan menjadi pasangan yang sangat buruk! Cinta sejati hanya dimiliki oleh orang-orang yang tidak mementingkan dirinya sendiri. Mereka tahu bahwa mereka akan menemukan kebahagiaan saat mereka memberi kepada yang lain. Tidak ada kebahagiaan yang lebih baik di dunia ini daripada kebahagiaan karena memberi. Orang yang mementingkan diri sendiri hanya peduli pada diri mereka sendiri, apa yang mereka miliki dan inginkan. Memenuhi kebutuhan satu sama lain sangatlah penting dalam pernikahan yang sehat. Sangatlah mustahil bagi orang yang egois untuk dapat memberikan apa yang ANDA butuhkan karena kebutuhan mereka selalu lebih penting!

Mementingkan Uang!
Cinta yang sejati TIDAK dapat diukur dengan uang! Tidak ada uang dalam jumlah berapapun yang dapat memberikan cinta sejati kepada Anda. Cinta akan uang adalah “akar dari segala kejahatan!” Uang dapat membuat orang melakukan apa yang biasanya tidak mereka lakukan. Bila Anda berpikir Anda harus menikah demi uang untuk menemukan cinta, untuk memiliki pernikahan yang baik, dan/atau agar semua masalah Anda berakhir, maka Anda sangat salah! Masalah-masalah hanya akan menjadi jauh lebih mahal dengan uang!

Harga Diri yang rendah!
Cinta sejati TIDAK ditemukan pada kepercayaan diri yang tidak sehat! Berapa banyak orang di dunia ini yang percaya bahwa cinta akan membuat mereka bahagia? Apabila Anda tidak bahagia sekarang, maka tidak akan ada satu orangpun yang dapat memberikan kebahagiaan bagi Anda! Anda harus enemukan cinta dalam diri Anda sebelum Anda dapat mencintai seseorang sebagaimana seharusnya. Ada dongeng yang sangat menyesatkan dimana dikatakan “temukan saja seorang pria atau wanita” maka Anda akan bahagia. Pernikahan yang bahagia ditemukan pada dua orang yang telah mencintai diri mereka sendiri dan peduli akan siapa diri mereka saat ini. Mereka tidak mencari pasangan untuk “membuktikan” bahwa mereka dapat dicintai. Sebaliknya, ketika Anda menyadari bahwa Anda sangat berharga… maka Anda akan membuat pilihan-pilihan yang lebih baik. Orang-orang yang menyakiti dan yang merasa tidak dicintai seringkali akan berbalik kepada orang yang pertama kali datang kepada mereka untuk mengisi kehampaan yang mereka rasakan. Kebanyakan hal ini tidak menghasilkan pernikahan yang sehat. Apabila Anda mendapati diri Anda dalam situasi yang seperti ini, maka Anda perlu melangkah mundur sejenak dari hubungan Anda dan bekerja ke dalam diri Anda untuk mencari akar dari keti dakbahagiaan Anda. Sampai saat itu… maka Anda tidak akan mampu membuat keputusan terbaik yang layak Anda terima untuk diri Anda sendiri!

Penyiksaan secara Verbal Atau Fisik!
Cinta yang sejati tidak menyakiti! Tidak diragukan lagi, tindakan pelecehan dalam bentuk apapun yang dilakukan seseorang BUKANLAH CINTA! Cinta adalah kelembutan dari hati manusia! Cinta tidak menghasilkan kesakitan. Rasa sakit yang dikatakan “atas nama cinta” sangatlah jauh dari kebenaran yang dapat Anda peroleh. Cinta selalu membangun, dan tidak pernah menjatuhkan! Pelecehan secara verbal maupun fisik dapat dikatakan sebagai kelainan tanpa peduli alasan apa yang menyebabkannya. Penyiksaan dalam bentuk apapun sebelum pernikahan dapat dipastikan akan terus berlanjut sampai kepada pernikahan. Konseling bagi pelaku pelecehan adalah SATU-SATUYA langkah yang harus diambil!

Dimanakah Cinta dalam hidup Anda hari ini? Apabila Anda pernah ragu apakah Anda telah menemukan “cinta yang sejati” maka cobalah untuk membaca 1 Korintus 13. Disana Anda akan menemukan apa yang Tuhan katakan mengenai Cinta, bagaimanapun, Dia adalah Cinta itu sendiri!

Apabila Anda masih belum menikah, tolonglah ambil waktu untuk membuat pilihan yang tepat dalam memilih pasangan seumur hidup Anda. Hidup Anda dan orang-orang yang ada di sekitar Anda akan dipengaruhi oleh pilihan ini. Membuat “pilihan yang tepat” untuk diri Anda mengharuskan Anda untuk melihat secara obyektif diri Anda sendiri dan orang yang akan Anda nikahi. Apabila Anda berkata kepada diri Anda sendiri “Yah, aku kan bisa bercerai!”

Berhentilah sekarang dan ujilah kembali keputusan yang Anda buat! Anda harus menyadari bahwa pasangan hidup Anda adalah untuk seumur hidup. Tuhan tidak berkenan dan sangat membenci perceraian dan itu untuk alasan yang baik karena kehancuran yang dihasilkannya akan berlangsung seumur hidup, bahkan untuk generasi yang akan datang!

Semua orang layak untuk memperoleh kebahagiaan. Tuhan menginginkan agar Anda menjadi bahagia. Ambillah waktu untuk mencari pasangan hidup yang tepat bagi diri Anda. Ijinkan Tuhan untuk bekerja dalam diri Anda dan dalam diri orang lain sehingga suatu hari nanti Anda berdua akan dapat disatukan dalam suatu kesatuan yang sempurna seperti apa yang Bapa inginkan bagi Anda. Anda TIDAK AKAN pernah MENYESAL harus menunggu ketika Anda telah menemukan “ORANG YANG TEPAT”!

Tuhan Memberkati Anda!
“Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan, dan kasih, dan yang paling besar diantaranya ialah kasih.” 1 Korintus 13:13

Selasa, 01 November 2011

Putuskan Benang Itu!

"Seutas benang itu sesungguhnya
hanya ada dalam pikiran Anda!"

Ada kisah nyata tentang seekor gajah.
Sejak kecil ia sudah dirantai kakinya
dengan seutas rantai sepanjang 4 meter.

Apa yang terjadi ketika rantai itu
diganti dengan seutas benang?

Gajah itu tetap saja berkeliling & tidak
berani melangkah keluar dari area
lingkaran 4 meter tersebut!

Dari kisah ini, pelajaran apa yang
bisa kita ambil?

Maaf, saya tidak bermaksud menyamakan
diri kita dengan seekor gajah. :-)

Namun bisa jadi, kita pun memiliki
'keterbelengguan' dengan seutas tali
yang mengikat diri kita!

Kita tidak berani keluar dari zona yang
dianggap nyaman. Meski sesungguhnya,
kita bisa melakukan banyak hal hebat
dari perkiraan kita!

Mari kita jujur pada diri sendiri,
berapa banyak kesempatan yg sebenarnya
hadir, melintas di depan Agustinus, namun
Agustinus tidak mempedulikannya?

Agustinus mungkin menganggap peluang itu
'terlalu tinggi' untuk Agustinus, dan
merasa tidak pantas berada disana.

Atau mungkin Agustinus malah merasa tidak
mampu untuk melakukan hal itu padahal
sama sekali belum pernah mencobanya?

Kita semua tahu, segala hal yang
menurut kita 'begitu hebat', seringkali
tidak selalu seperti yang kita
bayangkan.

Atau hal yang kita anggap sulit,
kadang sebenarnya sangat gampang!

Ada dua kunci dalam hal ini :

1. Kita akan bisa jika kita berpikir bisa
2. Kita akan gagal jika kita berpikir gagal

So, jangan menyalahkan siapapun
jika kesuksesan belum menghampiri diri kita.
Sebab, faktor utamanya terletak pada diri kita sendiri.

Oleh sebab itu, perhatikan dengan seksama,
dan tanya pada diri sendiri,
Adakah seutas benang yang telah membelenggu diri kita selama ini?

Jika ya, maka segeralah untuk putuskan benang itu!

Cobalah bergerak maju dari lingkaran
yang selama ini kita buat dan telah
membelenggu diri kita sendiri!

Peluang itu sebenarnya selalu hadir
kapan saja. Namun, karena kita selalu
saja menutup mata, telinga, dan pikiran kita,
maka peluang itu akan terlewat
begitu saja!

Jika kita masih saja ragu untuk
melangkah, cobalah untuk melatihnya
sedikit demi sedikit. Dan jika kita
sudah yakin, maka segeralah berlari cepat, 
keluar dari keterbelengguan kita!

Jika sudah seperti ini, maka siapa lagi
yang diuntungkan, jika bukan kita sendiri? :-)

Ditulis oleh: Anne Ahira

Sabtu, 29 Oktober 2011

10 Tips Bekerja Sebagai Karyawan

Kamu adalah garam dunia, Kamu adalah terang dunia. Matius 5 : 13-14
Prinsip diatas adalah prinsip kerja yang sifatnya WAJIB ! yaitu sebagai TELADAN ! Entah kalian bekerja sebagai karyawan, buruh, atau apapun juga, simaklah beberapa tips dalam bekerja yang diajarkan konsultan & penasehat pribadi saya, Roh Kudus;
1. Cintai Tuhanmu jika ingin berhasil! 
jangan uang / penghasilan yang kau cintai !
Siapa mencintai uang tidak akan puas dengan uang, dan siapa mencintai kekayaan tidak akan puas dengan penghasilannya. Pengkotbah 5:10

2. Taat kepada pimpinan kita
Hai hamba-hamba, taatilah tuanmu yang di dunia dengan takut dan gentar, dan dengan tulus hati, sama seperti kamu taat kepada Kristus. Efesus 6:5

3. Jangan munafik dan jangan jadi penjilat
Jangan hanya di hadapan mereka saja untuk menyenangkan hati orang, tetapi sebagai hamba-hamba Kristus yang dengan segenap hati melakukan kehendak Allah. Efesus 6:6

4. Setia pada perkara kecil ( ingat, promosi itu datangnya dari Tuhan ) jika ingin naik pangkat !
engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar.. Matius 25;21

5. Jangan punya mental tukang kas bon yang suka berhutang!, ubah prinsip keuanganmu. Ingat satu hal, tidak ada bos yang suka terhadap karyawan yang selalu kas bon !
"Jangan merampas dan jangan memeras dan cukupkanlah dirimu dengan gajimu." Lukas 3:14
Janganlah kamu berhutang apa-apa kepada siapapun juga. Roma 13:8

6. Bayarlah pajakmu! entah itu pajak penghasilan, pajak bumi bangunan dll ( asal jangan memanipulasi pajak, supaya berkatmu tidak terhalang )
"Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah." Matius 22;21

7. Gunakan fasilitas kantor sebaik mungkin dengan penuh tanggung jawab ( contoh : menggunakan telepon tidak berlebihan )
Dan jikalau kamu tidak setia dalam harta orang lain, siapakah yang akan menyerahkan hartamu sendiri kepadamu?. Lukas 16:12

8. Sukacita! buat apa kalau uang banyak, posisi tinggi tapi tidak bisa menikmati hidup dengan sukacita? Ingatlah  hanya orang mati yang tidak bisa tersenyum !
Hati yang gembira adalah obat yang manjur. Amsal 17:22

9. Bersyukur, apapun yang terjadi! baik itu dipecat, difitnah atau hal yang tidak enak, sekalipun menimpa kita! Dan bersyukurlah.. Kolose 3:15
Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan... Roma 8:28

10. Setia pada perusahaan! Jangan lakukan bisnis in bisnis yang merugikan perusahaan / melakukan pekerjaan yang membuat hatimu bercabang !
Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain.. Matius 6:24

Aktifitas kerjamu, mulailah dengan doa. Kuasa Roh Kudus akan memampukan engkau melakukannya, sehingga nama Tuhan akan ditinggikan!