Senin, 03 Juni 2013

Yang Pertama Saya Lihat

Fanny Crosby telah mewariskan lebih dari 8.000 lagu rohani bagi kita. Meskipun buta sejak umur 6 minggu, ia tidak memendam kepahitan karenanya. Suatu hari seorang pendeta mengungkapkan rasa simpatiknya, "Saya rasa, sungguh membangkitkan belas kasihan, bahwa Sang Pencipta tidak memberi Anda penglihatan, padahal Ia memberikan banyak sekali karunia lain pada Anda."

Dengan tangkas Fanny menjawab, "Tahukah Anda, seandainya pada saat saya lahir saya bisa mengajukan permohonan, saya akan meminta, agar saya dilahirkan buta?"
"Mengapa?" tanya rohaniman itu terperanjat.

"Karena bila saya naik ke surga nanti, wajah pertama yang akan membangkitkan sukacita dalam pandangan saya adalah wajah Sang Juruselamat!"
Kerinduan yang luar biasa! Dari sini kita bisa melihat, mata hati Fanny tertuju pada satu hal, yaitu kemuliaan Allah dan Juruselamatnya. Itulah yang membebaskannya dari kepahitan. Itulah yang, dalam pengertian tertentu, membebaskannya dari kebutaan. Meskipun buta, ia "melihat"!


Bagaimana dengan Anda dan saya, yang memiliki indera penglihatan yang sehat? Tidak jarang pandangan kita justru lebih tertuju pada keadaan sekeliling – yang di saat tertentu bisa membuat kita terpukau, namun di saat lain bisa pula membuat kita terpukul. Kita lalai untuk melihat dan "menanti-nantikan kota yang mempunyai dasar, yang direncanakan dan dibangun oleh Allah" (Ibr. 11:10) bagi mereka yang hidup oleh iman. Kalau begitu, rasanya kita justru perlu belajar dari Fanny Crosby! *** 

Rabu, 29 Mei 2013

PIKIRAN NEGATIF

Isi pikiran kita sangat mempengaruhi keseluruhan hidup kita. Satu saja pikiran negatif yang bercokol dalam pikiran kita dapat merusak seluruh hidup kita. Seperti sebatang api, ia dapat menghanguskan satu rumah, bahkan nyala api yang tadinya kecil bisa merembet dan menghanguskan satu wilayah yang besar bila lambat ditangani. Demikian pula pengaruh satu pikiran negatif dalam kehidupan kita.

Biarlah penyerahan diri kita kepada Tuhan, akan menjadi petunjuk bagi kita ketika Tuhan menyingkapkan keadaan hidup kita yang sesungguhnya.
Seperti Daud dalam menyerahkan dirinya kepada Tuhan, ia meminta supaya Tuhan menyelidiki, mengenal hatinya dan menguji apakah segala pikiran dan tindakannya menyimpang atau tidak.

Mazmur 139:23
"Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku;"

Kalau ada hal buruk yang mengganggu pikiran kita, baik itu berkaitan dengan diri sendiri maupun dengan orang lain, ayo, segera bereskan...
Jangan biarkan itu ada dalam pikiran kita sebab itu akan jadi bumerang bagi diri sendiri, atau menyeret kita pada perbuatan yang merugikan orang lain.

Filipi 4:8
"Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu."

Bagaimanapun juga, akhir dari sebuah pikiran buruk tidak pernah mendatangkan kebaikan. Sebaliknya itu akan menimbulkan masalah baru serta hanya menyulitkan diri sendiri.