Ayah, dengarkanlah…
Disini, di dunia ini -di dunia yang berbeda dengan dunia mu-
Aq sangat-sangat merindukan mu Ayah…
Ayah, dengarkanlah…
Terkadang aq menangis iri melihat teman-teman Q yang masih bisa bercengkrama dengan orang yang bernama “Ayah”
Ayah, dengarkanlah…
Aq menyesal pernah mengecewakan mu,
Andai ku tau kau akan pergi lama, pasti tak akan begitu aq bersikap padamu…
Ayah, dengarkanlah…
Aq amat sangat mencintai mu,
Cinta yang begitu dalam hingga aq tak mampu ungkapkan dengan kata di depan mu…
Disini, di dunia ini -di dunia yang berbeda dengan dunia mu-
Aq sangat-sangat merindukan mu Ayah…
Ayah, dengarkanlah…
Terkadang aq menangis iri melihat teman-teman Q yang masih bisa bercengkrama dengan orang yang bernama “Ayah”
Ayah, dengarkanlah…
Aq menyesal pernah mengecewakan mu,
Andai ku tau kau akan pergi lama, pasti tak akan begitu aq bersikap padamu…
Ayah, dengarkanlah…
Aq amat sangat mencintai mu,
Cinta yang begitu dalam hingga aq tak mampu ungkapkan dengan kata di depan mu…
Aq hanya seorang anak, seorang putra bagimu, yang kau sanjung dan kau banggakan, dan Aq tau itu…
Ayah, dengarkanlah…
Aq pun tau kau sangat mencintai ku, cinta yang mungkin jauh lebih dalam dari cinta ku pada mu…
Ayah, dengarkanlah…
Aq ingin memeluk mu, menangis di pelukan mu, dan sambil berbisik di telinga mu aq mengatakan bahwa:
“Aq bangga punya Ayah seperti mu”
Ayah, dengarkanlah…
Aq pun tau kau sangat mencintai ku, cinta yang mungkin jauh lebih dalam dari cinta ku pada mu…
Ayah, dengarkanlah…
Aq ingin memeluk mu, menangis di pelukan mu, dan sambil berbisik di telinga mu aq mengatakan bahwa:
“Aq bangga punya Ayah seperti mu”
Ayah, dengarkanlah…
Boleh kah aq protes pada Tuhan?
“Kenapa Dia terlalu cepat mengambil mu?”
Bila tak boleh, cukup aq meminta pada Tuhan:
“Pertemukan kembali aq dengan Ayah ku Tuhan…T_T”
Boleh kah aq protes pada Tuhan?
“Kenapa Dia terlalu cepat mengambil mu?”
Bila tak boleh, cukup aq meminta pada Tuhan:
“Pertemukan kembali aq dengan Ayah ku Tuhan…T_T”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar